" WELCOME TO MY BLOG "

Hai…hai…, selamat datang di blogku, aku harap kalian menikmati plesir di “rak buku”-ku, melihat – lihat koleksi “buku” yang ada, membaca tulisan yang sudah aku goreskan, meninggalkan coretan – coretan untuk melengkapi dan saling berbagi, trus jangan kapok untuk singgah lagi ya…

Sabtu, 20 April 2013

CINTA YANG TERLARANG, CINTA YANG TERHALANG (S Mara Gd)


Ini buku S Mara Gd, tapi bukan seri kriminalnya Kosasih - Gozali.  Isinya lebih ke kisah cinta2an biasa, tapi tetep aja buku ini nikmat buat dibaca.. Karena aku begitu familiar ma bahasanya mbak S Mara Gd kali ya... Di seri Kosasih Gozali juga selalu ada kisah cinta2annya, jadi ya berasa sama aja, bedanya kali ini tanpa kisah ada mayat yang ditemukan. Kadang malah aku sendiri yang suka gak sadar, kok dari tadi belum ada pembunuhan ya.. hahahhha, sakingnyaaa..

Tokoh utama di buku ini namanya Dhaeyen Rumondor, gadis 25 tahun yang sedang dalam masa menikmati hidup. Keluarganya hidup berkecukupan dari bisnis angkutan ayahnya, dia sendiri punya pekerjaan yang mapan, memiliki pacar yang satu tempat kerja dengannya. Igor Hajar, cowok yang dicintainya setengah mati ini bahkan sudah berulang kali melamarnya. Hanya saja Dhaeyen masih ingin menundanya, karena kakak perempuannya yang bernama Elaine baru saja gagal menikah. Dhaeyen sangat menjaga perasaan kakaknya ini karena Elaine memiliki cacat kaki. Dhaeyen tidak ingin kakaknya semakin minder dalam bergaul apabila dilangkahi adeknya yang menikah duluan.

Ternyata penundaan tersebut berakibat fatal. Igor Hajar terpaksa menikahi gadis lain karena dijebak. Pada waktu Igor datang ke pesta ulang tahun Shana, gadis itu mencampur minuman Igor dengan obat bius, sehingga Igor tidak sadarkan diri. Igor terbangun dalam kondisi "polos" dan seranjang dengan Shana. Beberapa waktu kemudian Shana mengaku hamil dan Igor terpaksa menikahinya. Dhaeyen benar2 terpuruk ditinggalkan Igor. Kemudian Dhaeyen mengundurkan diri dari kantor agar tidak perlu bertemu Igor.

Belum sempat usai kesedihannya, ternyata masalah lain datang, seakan-akan takdir sedang tidak berpihak padanya. Bisnis ayahnya mengalami kesulitan finansial dan berada di ambang kehancuran karena kekalahan bermain di bursa saham. Seorang pengusaha bernama Yamin membantu ayah Dhaeyen menutup utang perusahaan. Yamin yang duda dan pengusaha sukses   tersebut bahkan bersedia membantu lebih banyak lagi, asalkan Dhaeyen bersedia ia nikahi meskipun mereka berbeda usia 38 tahun. Singkat cerita, demi keluarganya, Dhaeyen bersedia berkorban, apalagi saat itu perasaan cinta sudah bukan lagi menjadi prioritas dalam hidupnya, bahkan hatinya seolah-olah menjadi beku.

Kehidupan Dhaeyen sebagai istri Yamin pun dimulai. Yamin memperlakukannya dengan baik, memberinya kemewahan dan status sosial yang tinggi. Tetapi tetap saja Dhaeyen merasa hidupnya gersang dan hampa, karena pada dasarnya dia bukan wanita yang silau dengan segala bentuk kemewahan. Yamin lebih menganggapnya seperti anak, karena meskipun Dhaeyen mengurus segala kebutuhan Yamin, tetapi tidak untuk kehidupan seksualnya. Yamin bahkan tidak pernah menyentuhnya karena Yamin sudah impoten sejak dulu. Meskipun Dhaeyen tidak menghambur2kan harta Yamin, ketiga anak Yamin, yaitu Jonathan, David, dan Susana tetap saja berpendapat bahwa Dhaeyen mau menikah dengan Yamin karena mata duitan.

Pada saat Yamin mengalami strokenya yang pertama dan akhirnya selamat, Yamin memanggil Jonathan yang saat itu sedang menjadi dosen di Bandung untuk kembali ke Jakarta dan bekerja di Perusahaannya. Jonathan yang sebenarnya tidak terlalu berminat akhirnya bersedia kembali, tinggal kembali di rumah ayahnya dan bekerja di perusahaan ayahnya sampai akhirnya Yamin menyerahkan kursi Direktur kepada Jonathan. David cukup kecewa karena ayahnya memilih Jonathan. Padahal dari ketiga anak Yamin, justru Jonathan yang tidak pernah tertarik untuk terjun di perusahaan keluarga tersebut, sementara David sudah sejak lulus kuliah bekerja disana, suami Susana pun bekerja di perusahaan tersebut.

Setelah menyerahkan ke Jonathan, Yamin keliling dunia memanjakan Dhaeyen. Pulang dari luar negeri, Yamin mengalami stroke yang kedua, dan efeknya lebih parah. Seluruh bagian tubuh Yamin bagian kanan menjadi lumpuh, bicaranya pelat, dan dia membutuhkan bantuan orang untuk melakukan segala hal. Dhaeyen merawatnya dengan telaten, bahkan tidak bersedia dibantu oleh perawat. Simpati Jonathan terhadap Dhaeyen semakin besar. Jonathan yang sejak tinggal kembali di rumah ayahnya dan setiap hari ketemu dengan Dhaeyen dapat melihat bahwa Dhaeyen bukan tipe wanita materialistis, bukan wanita yang memanfaatkan kekayaan suaminya untuk berhura2, sehingga rasa segan terhadap Dhaeyen mulai tumbuh. Pasca stroke Yamin yang kedua ini, Jonathan semakin yakin bahwa Dhaeyen merupakan wanita yang lembut hatinya, wanita yang setia, mendampingi hari2 kelabu suaminya dengan tabah. Stroke Yamin yang ketiga datang 13 bulan kemudian, dan berakibat fatal. Yamin meninggal, Dhaeyen menjadi janda.

Jonathan yang menyadari bahwa dia mencintai ibu tirinya tersebut, berusaha sekuat tenaga agar Dhaeyen mendapat hak warisnya sebagai istri sah ayahnya, meskipun David menentang. Dhaeyen tidak punya keinginan untuk mempermasalahkan soal warisan tersebut, bahkan dia memilih kembali ke rumah ayah ibunya di Surabaya daripada tinggal di rumah mewah Yamin. Meskipun berbeda kota, Jonathan tetap sering berkunjung ke rumah Dhaeyen sebagai keluarga. Selain Jonathan, Dhaeyen juga sering menerima kunjungan dokter Budiono yang dulu merawat Yamin. Dokter Budiono bahkan melamar Dhaeyen untuk menjadi istrinya. Hanya saja Dhaeyen belum dapat menerimanya.

Pulang ke Surabaya memberi kesempatan lebih besar kepada Dhaeyen untuk bertemu Igor, mantan pacarnya. Merekapun akhirnya dipertemukan kembali oleh takdir, disaat Igor sedang gundah karena anak mereka yang dulu digunakan Shana sebagai senjata untuk menjadikan Igor suaminya, ternyata bukan anak kandung Igor. Igor ternyata steril sehingga tidak mungkin dapat mem-bapak-i seorang bocah, dan terbukalah semua kebohongan Shana. Anak tersebut ternyata merupakan anak tetangga depan rumah Shana. Karena Shana sangat mencintai Igor, dia sengaja membuat skenario agar Igor menghamilinya. Ternyata insiden pesta ulang tahun sekian tahun yang lalu itu gagal. Igor benar2 mabuk tanpa sempat menyentuh Shana, meskipun Shana membuat keadaan seolah2 mereka telah melakukan hal tersebut. Agar dirinya hamil, Shana mencari relawan lain, yaitu Arifin, tetangga depan rumah yang memang mencintai Shana. Setelah hamil, Shana membuat cerita bahwa anak tersebut merupakan hasil dari perbuatan Igor pada waktu pesta ulang tahun Shana.

Igor yang merasa telah ditipu mentah2 benar2 murka karena jalan hidupnya dirusak oleh Shana. Igor kembali menjalin hubungan dengan Dhaeyen. Bahkan Dhaeyen berencana menikah dengan Igor setelah proses perceraiannya selesai karena terbukti bahwa selama ini Igor tidak pernah mengkhianatinya. Tetapi kemudian Shana mencoba bunuh diri, sehingga Igor tidak tega dan kembali padanya. Kali ini Dhaeyen tidak bersedih, justru merelakan Igor, dan bersyukur tidak jadi menikahi lelaki yang tidak memiliki keteguhan hati seperti Igor.

Jonathan masih rajin mengunjungi Dhaeyen, dan suatu saat rahasia hatinya diketahui oleh Dhaeyen. Dhaeyen merasa bersalah menyebabkan Jonathan memiliki perasaan tersebut karena tau tidak mungkin bisa membalasnya. Mereka tidak mungkin menabrak aturan agama dan norma masyarakat. Cinta mereka terlarang dan terhalang banyak hal. Meskipun menyadari keadaan ini, mereka tetap bersahabat, bahkan Dhaeyen sempat tergetar juga melihat kebaikan dan kelembutan hati Jonathan.

Suatu saat, seorang pengurus panti asuhan yang selama ini didonasi oleh Yamin, datang ke perusahaan, dan ditemui oleh David. Singkat cerita, akhirnya terkuak rahasia besar keluarga Yamin bahwa Jonathan merupakan anak yang diambil dari panti asuhan dan diadopsi oleh keluarga Yamin untuk diakui sebagai anak kandungnya. David benar2 girang, dia memaksa Jonathan angkat kaki dari Perusahaan tersebut karena menganggap Jonathan yang hanya sebagai anak angkat tidak memiliki hak sama sekali. Jonathan menyerahkan semua tanpa ribut2. Kemudian Jonathan mencari keluarga kandungnya, dan akhirnya bertemu dengan ayah ibu kandungnya yang ternyata pengusaha besar di Semarang. Bagaimana kisah cinta Jonathan dan Dhaeyen?? Bukankan dengan terbukti bahwa Jonathan tidak memiliki hubungan darah dengan Yamin yang mantan suami Dhaeyen, maka cinta yang terlarang dan terhalang ini dapat terwujud kan??? Penasaran?? Baca aja sendiri.. :p

BOX SET KISAH FANTASI HC ANDERSEN

Sebelum ini aku pernah ngereview buku tentang HC Andersen dan disitu aku cerita klo jaman kecil dulu ada buku HC Andersen dalam 1 box isi 7 buku. Eh, tanpa disangka-sangka, pas aku iseng minta list buku yang dijual Martin (gile deh, ni orang banyak banget bukunya), ada Kisah Fantasi HC Andersen plus boxnya. Duuhh, deg2an dehh, apa ya ini buku yang sempet aku kangenin?? Tapi kok katanya cuma 6 buku, bukan 7?? Penasaran deh, dan langsung kuorder. Pas buku sampai, wuiihhh... puas banget bisa dapetin buku ini, persis banget ma yang ada di ingetanku sampai sekotak2nya, berasa dejavu..


Ini nih 6 jilid buku Kisah Fantasi HC Andersen plus kotaknya
Ternyata emang isinya cuma 6 buku. Satu buku isinya sekitar 4-6 cerita. Beberapa cerita pasti akrab di telinga kalian. Di buku pertama ada cerita tentang Anak Itik yang buruk, Burung2 Angsa Liar, Nenek, Peloncat Tinggi dan Pemantik Api. Cerita tentang Anak Itik pasti udah sering kalian baca, si itik yang kecil yang dimusuhi ma keluarganya karena secara fisik lain sendiri dan jelek tak sedap dipandang. Ternyata itik kecil itu setelah besar menjadi angsa yang anggun dan cantik. Di buku ini kisah Pemantik Api juga bagus. Pemantik yang klo dijentik sekali bisa manggil anjing penjaga peti berisi perunggu, klo dijentik 2 kali bisa manggil anjing penjaga peti yang penuh isinya ma perak, dan klo dijentik 3 kali, langsung deh nongol anjing penjaga peti isi emas. Hmmm.. Burung2 Angsa Liar juga bagus lho. Mereka ini sebenernya putra raja yang disihir oleh ibu tirinya menjadi angsa. Tapi untungnya hanya di malam hari aja jadi angsa, klo siang hari brubah wujud jadi putra raja lagi. Mereka berusaha mencari adik kandung mereka, si putri raja yang dibuang ma ibu tiri. Adik mereka inilah yang akhirnya membebaskan mereka dari kutukan melalui perjuangan yang berat.

Wuiihh, baru buku pertama aja rasanya udah kehabisan nafas buat cerita lagi. Maklum udah lama banget gak ngereview apa2, jadi kaku banget mo nulis2.. Hehe.. Yuk, lanjut ke buku kedua. Buku ini isinya cerita Ayah Selalu Benar, Buah Apel, Burung Bulbul, Klaus Kecil dan Klaus Besar, Malaikat Tuhan, dan Pohon Cemara. Cerita mana yang pernah kamu tau? Pasti yang Ayah Selalu Benar. Ayah ajaib yang hobi banget nukerin barang miliknya. Dari kuda diganti sapi, sapi dituker domba, domba jadi angsa, angsa jadi ayam, dan terakhir ayam jadi sekantung apel busuk.. Jadi ayah ini berangkat dari rumah bawa kuda, pulangnya bawa sekantung apel busuk. Yang lebih ajaibnya, sang istri sangat2 memuja suaminya dan percaya bahwa suaminya sangat bijaksana sehingga apa yang dikerjakan selalu benar. Gileee... Moral cerita ini adalah dalam keadaan sesuram apapun, tetaplah ingat untuk selalu bersyukur agar hidup ini terasa indah. Cerita favoritku di buku ini adalah Klaus Kecil & Klaus Besar. Cerita tentang 2 penduduk kota yang namanya sama. Yang punya 4 kuda dipanggil Klaus Besar, yang cuma punya seekor kuda dipanggil Klaus Kecil. Meskipun lebih kaya, Klaus Besar sering iri ma Klaus Kecil. Apalagi kebetulan si Klaus Kecil ini kok ya sering bener beruntung nasibnya diantara keterbatasan2 yang ada. Kuda satu2nya mati dipukul Klaus Besar, e.. malah dapet untung besar jual kulit kuda. Ada aja kisah sedihnya yang berbalik jadi suatu keberuntungan. Seruuu..

Di buku ketiga ada 4 cerita, yaitu Bayangan, Dua Sejoli, Putri Duyung, dan Si Gadis yang Menginjak Roti. Putri Duyung ini kayak cerita film Little Mermaid, tentang seorang putri duyung yang karena tertarik ma seorang pangeran yang tinggal di darat, dia rela menukar suaranya dengan 2 buah kaki agar bisa tinggal di darat bareng si pangeran. Bedanya klo Little Mermaid happy ending, yang di buku ini endingnya piluuuuuu... Sedih bacanya.

Buku keempat isinya Burung Funix, Ratu Salju, Kisah Gadis Cilik & Segenggam Korek Api, Seorang Putri & Sebutir Kacang. 2 Cerita terakhir pernah kusinggung disini. Cerita Ratu Salju oke lhoo, aku suka. Nyeritain tentang 2 anak kecil yang bertetangga dan bersahabat. Trus si anak cowok diculik ratu salju dan dibawa ke negaranya yang dingin. Si anak cewek sedih banget kehilangan sahabatnya, kemudian berkelana nyari anak cowok itu. Ternyata sahabatnya itu udah jadi tawanan ratu salju dan hatinya telah membeku sehingga si anak cewek mesti berusaha keras untuk membebaskan sahabatnya dan membawanya pulang.

Klo buku jilid 5 ada cerita Anak Nakal, Batu Nisan Tua, Kawan Seperjalanan, Pakaian Baru Baginda Raja, Peti Terbang, dan Sepasang Sepatu Merah. Pakaian Baru Baginda raja nyritain tentang seorang raja yang hobi banget bersolek. Kerjaannya sehari-hari cuma sibuk berganti baju beraneka model, bukannya ngurusi rakyat. Suatu hari 2 penipu dateng ke kerajaan, ngaku sebagai tukang tenun paling hebat sedunia. Mereka bilang klo  bisa nyiptain baju2 yang begitu indah terbuat dari benang emas dan sangat istimewa. Apa istimewanya?? Baju itu cuma bisa diliat oleh orang2 yang kompeten di kerjaannya saat ini. Orang2 yang sebenernya gak mampu kerja, orang2 yang bodoh, orang2 yang sebenarnya gak layak duduk di jabatannya saat ini, gak akan bisa liat baju itu. Bokis banget kan.. Oonnya lagi, raja ma seluruh rakyat maen percaya aja. Jadi tidap hari ni penipu ecek2 sibuk kerja. Di depan mesin tenun sok2 memintal benang emas, berakting motong2 kain, bahkan sampai malem pun masih kerja. Padahal mereka gak nglakuin apa2, mesin tenun kosong, bergerak2 tanpa memintal apapun, dan benang2 emas yang disedian raja masuk ke kantong mereka. Mereka menggunting2 udara biar nimbulin kesan bener2 lagi gunting kain. Orang2 yang disuruh raja ngecek kerjaan mereka pada ketakutan karena gak bisa liat sama sekali bentuk  baju yang lagi dikerjain . Tapi mereka gak mo ngaku, malu kan dianggap bodoh, bisa2 ntar diturunin dari jabatannya. Sampai tiba waktunya raja berparade  pake baju baru itu. Kagetlah si raja karena dia juga gak bisa liat baju barunya. Takut banget klo ketauan orang2 bahwa dia gak layak jd raja. Akhirnya raja sok2 bisa ngliat wujud baju itu dan nekad parade, meskipun itu berarti dia berlenggak lenggok di jalan dengan cuma pakai baju dalem.. hahahaha.. Sukuriinn...

Penasaran mo liat dalemnya?? Kayak gini nih...
Klo aku suka kangen ma cerita Kawan Seperjalanan, jadi sering kubaca ulang, Kisah tentang Yohanes yang sebatang kara, memulai perjalanannya berkeliling dunia untuk jadi orang yang lebih baik. Di perjalanan dia ketemu ma pemuda yang akhirnya jadi kawan seperjalanan. Tanpa setau Yohanes, kawan seperjalanan ini selalu membantu kesulitannya sampai Yohanes bisa bebasin putri raja dari sihir dan akhirnya jadi istrinya.

Di buku terakhir ada 5 cerita, Bunga Mawar yang Terelok di Dunia, Kisah Seorang Ibu, Serdadu Timah yang Teguh, Siti Jempol, Taman Firdaus. Kayaknya cerita Serdadu Timah dan kisah Siti Jempol ngetop banget deh. Klo masih gak inget ceritanya yang mana, baca reviewnya disini.

Fhyyuhhh... akhirnya selesai juga ngomongin 6 jilid buku ini. Kalian pernah kenal box set ini? ato setidaknya pernah denger kisah2nya?? Selamat bernostalgia....

Kamis, 04 April 2013

NATASHA (Arini Suryokusumo)

Buat kalian yang seumuran ma aku... *ada yang nyeletuk,emang umur situ berapa?*.. yaahhh yang lahir sekitar akhir tahun 70an lahh, masih inget gak klo dulu banyak novel-novel remaja, yang bagian belakang bukunya ntar ada foto yang ngarang tu buku trus ada keterangan "Pengarang Remaja Gramedia", contohnya Hilman 'Lupus' Hariwijaya, Zara Zettira, Bubin LantanG, Adra P Daniel, Gustin Suradji, dan masih banyak lagi. Nah, dari kumpulan pengarang itu, ada yang aku favoritin banget, namanya Arini Suryokusumo.. Ada yang suka juga??
Ini tiga dari empat buku karangan Arini
Arini ni punya 4 novel klo gak salah, Tunangan, Natasha, Taruhan ma Jodoh Kedua. Knapa aku bilang 'klo gak salah'?, karena cuma 3 yang aku yakin novelnya emang ada dan aku punya bukunya. Yang Jodoh Kedua, aku gak punya bukunya, dan kayaknya pernah liat di Gunung Agung, jaman aku SMP dulu, sempet ngintip isinya dikit, klo gak salah ceritanya nglajutin kisah dari buku Tunangan.. Sekuelnya Tunangan gitu ceritanya.. Sebenernya tertarik banget waktu itu, cuma ya itu, gak ada duit, jadi ya cuma bisa ngences liat tu buku.. Tapiii... ada masa2 aku jadi gak yakin ma diriku sendiri, buku itu bener2 ada, atau adegan aku liat di Gunung Agung tu sebenernya cuma mimpi masa kecilku?? gara2 tu buku kok susah dilacak ya keberadaannya, bahkan bekasnya aja susah ditemuin. Tapi setelah aku cari2 di google, ternyata emang ada, sayang aku gak sempet koleksi. 

Cerita novel2 Arini tu asyik banget menurutku waktu itu, apa yaa.. hmmmm, alurnya enak diikuti, lucu, remaja banget, dan romantisss... cocoklah dibaca ABG2 yang lagi pada galau (aku termasuk juga pada saat itu). Nah, kemaren2 ini kok tiba2 aku kangen lagi ya rasanya baca bukunya Arini, akhirnya aku coba baca lagi. Yang sempet kubaca yang Natasha ma Taruhan. Sekarang yang direview yang Natasha dulu ya...


Ceritanya, Natasha ni nama cewek, yang wektu dia masih kecil, masih anak2, ibunya meninggal karena dianiaya ma suaminya sendiri (maksudnya dipukulin ma papa Natasha). Jadi papa Natasha yang namanya Herman ini suka minum2.. Nah klo lagi mabuk berat, dia suka gak sadar mukulin istrinya, sampai akhirnya mama Natasha tewas. Padahal sebenernya papa Natasha ni sangat menyayangi keluarganya. Bisa dibayangkan alangkah sedihnya Natasha kecil. Mamanya meninggal, papanya masuk penjara. Untunglah Natasha masih punya eyang putri dan tante Tika yang merupakan adek dari papanya. Akhirnya Natasha diasuh ma eyang dan tantenya sampai remaja. Natasha ini diceritain sebagai gadis yang manis, polos, matanya bening, berlesung pipi, tapi gak bisa ngomong alias bisu.

Nah, pas tante Tika ini nikah dan pindah ke luar negeri ngikutin suaminya, papa Natasha dibebasin dari penjara. Natasha tinggal serumah lagi ma papanya. Bagi Natasha, papanya ini adalah idolanya dan dia sangat menyayangi papanya, gak peduli si papa sudah merampas nyawa mamanya.

Kehidupan di penjara ternyata tidak merubah kebiasan papa Natasha, dia masih suka mabuk, bahkan main gila dengan tetangga yang namanya Gita. Pas si Herman ini lagi mabuk2an sama Gita, tiba2 si Herman ngerasa klo Natasha ngintip dan memata-matai mereka. Di bawah pengaruh alkohol, penganiayaan pun kembali dilakukan Herman, hanya saja klo dulu korbannya mama Natasha, sekarang korbannya Natasha. Natasha hanya bisa pasrah menerima perlakuan itu karena memang punya segudang maaf buat papanya.

Waktu sudah sadar, Herman bener2 menyesal melihat lebam2 biru di tubuh dan wajah Natasha. Herman menangis sejadi-jadinya, dan benar2 ketakutan apabila Natasha mati di tangannya. Herman berkeluh kesah kepada sahabatnya yang bernama Bastian. Kemudian sahabatnya ini ngasih saran, agar Herman berobat dulu, mengikuti rehabilitasi untuk menghilangkan kecanduannya, dan menjaga jarak dengan Natasha untuk menghilangkan trauma pada jiwa Natasha. Selama Herman berobat, Bastian bersedia untuk ketitipan Natasha. Akhirnya dengan berat hati, Herman menerima usul Bastian ini. Klo dipikir-pikir, jaman sekarang gak mungkin banget ya, berani menitipkan anak gadis ke kenalan kita, sebaik apapun kenalan itu, klo dia laki2.. Berbagai bentuk pelecehan seksual sudah menyusup ke sendi2 kehidupan masyarakat saat ini. Jangankan cuma kenalan, lha bapak kandung aja ada yang tega merusak masa depan anaknya cuma gara2 secuil nafsu. Astaghfirullah..

Akhirnya resmilah Natasha tinggal di rumah Bastian.  Nah, si Bastian ini punya satu anak laki-laki yang seumuran ma Natasha, namanya Bagus. Bagus ini juteeeeekkk banget. Gak pernah senyum, galak, gak pedulian, dan secara terang2an memusuhi Natasha. Natasha yang bisu cuma bisa diam saat disakiti Bagus lewat sikap dan kata-katanya. Pengennya Natasha sih, sebisa mungkin dia menghindari berhubungan dengan Bagus. Tapi ya gimana bisa coba, wong Natasha disekolahin sama Bastian di sekolah yang sama ma Bagus, sekelas pula, dan kalo pagi berangkat bareng dengan dibonceng sepeda ma Bagus. Sepedaaa?? Gak salahhh?? Hehehe.. Iya bener, meskipun Bagus ni dapet jatah mobil dari papanya, dia udah keburu enjoy dengan bersepeda ria ke SMAnya, dan bukan berarti dengan hadirnya Natasha, dia bersedia merubah kebiasaan naik sepeda hanya untuk nganterin Natasha ke sekolah. Klo mo bareng dia, ya Natasha mau tak mau mesti rela dibonceng di belakang.

Untungnya Natasha gak kesulitan beradaptasi dengan sekolah barunya meskipun dia gak bisa ngomong. Nilainya bagus2, bahkan bikin si Bagus yang biasanya cuek ma nilai jadi tertantang untuk bisa ngalahin nilai2 Natasha. Natasha juga punya sahabat2 cewek, temen becanda, ngerumpi, dan ngomongin cowok. Bahkan dari temen2nya inilah akhirnya Natasha bisa tau bahwa Bagus dulu gak sejutek sekarang. Jaman kecil dulu, Bagus ni bandel, tapi baek banget. Semenjak orangtuanya bercerai, Bagus jadi sosok yang pendiam, pemarah dan gak pedulian. 

Lama-kelamaan, kehidupan Natasha di rumah Bastian mulai berjalan normal. Natasha akrab dengan papa Bagus dan si mbok. Baguspun mulai berkurang juteknya karena pada dasarnya emang gak ada orang yang tega untuk bersikap kasar ma Natasha. Mereka mulai berteman, meskipun kadang Bagus tetep nyebelin, tapi dia mulai peduli dengan perasaan Natasha. Yang bikin sedih Natasha sebenernya cuma satu, dia kangen berat ma papanya. Papanya sih diceritain pernah sekali nengokin Natasha (sebenernya Bastian gak bolehin Herman nengokin Natasha sebelum benar2 sembuh). Papanya sempet cerita ke Natasha klo tetangga mereka si Tante Gita yang sempet maen gila dan suka mabuk barengan tu baru aja dibunuh orang sampai tewas. Eeee, gak berapa lama, papa Natasha dikabarkan meninggal juga karena jatuh dari tangga. Natasha sedih banget karena itu berarti harapan untuk tinggal ma papanya pupus sudah.

Sepeninggal papanya, Natasha tetep tinggal di rumah Bastian karena Bastian sendiri merasa sudah berjanji dengan Herman untuk menjaga Natasha, dan kehidupan terus berjalan. Cerita tambah seru wektu ada seorang cowok, alumni SMA mereka, yang ternyata kakak temennya Natasha naksir Natasha, namanya Arfan. Saat Arfan getol deketin Natasha inilah, Bagus baru menyadari perasaannya terganggu dengan hal tersebut. Tapi Bagus masih ogah ngaku klo dia menyayangi Natasha. Pas suatu ketika Arfan ngajak Natasha ngedate dan Natasha sendiri terlihat begitu bahagia, Bagus bener2 kehilangan kendali. Marah dan kecewa dalam hati akhirnya bikin dia ngikutin ajakan Aura, cewek sekelas yang selama ini memang naksir Bagus untuk ke diskotik. 

Natasha sendiri, meskipun begitu mengagumi Arfan, ternyata ketakutan saat Arfan menyatakan cintanya. Natasha merasa tak berdaya tanpa Bagus di sisinya. Selama ini Bagus emang selalu ada di samping Natasha. Ketakutannya terhadap pernyataan cinta Arfan membuka hati Natasha bahwa sebenernya dia sangat2 membutuhkan Bagus. Arfan yang tidak tega melihat wajah panik Natasha merasa bersalah, kemudian berusaha menghibur Natasha dengan mengajak ke Diskotik, dan disana Natasha melihat Bagus sedang mencium seorang perempuan.

Saat Bagus pulang senang2 malam itu, dia kaget Natasha telah menunggu di kamarnya tapi dengan sorot mata yang seperti bukan dirinya sendiri. Dan lebih kaget lagi waktu ternyata Natasha bisa bersuara atau gak bisu. Dia bisa berteriak memaki-maki dan menyalahkan Bagus. Natasha yang seperti kemasukan roh orang lain itu kemudian menyerang Bagus dengan membabi buta karena merasa Bagus telah melukai hati Natasha dengan mencium perempuan lain di depan mata Natasha. Baguspun kaget setengah mati karena Natasha seperti menjelma menjadi mamanya yang sudah meninggal, dan berusaha membunuh Bagus. Di tengah2 penyerangan yang bertubi-tubi itu, Bagus akhirnya berhasil menampar keras wajah Natasha dan mengatakan bahwa dia sesungguhnya sangat mencintai Natasha. Natasha seperti gelagapan, kemudian tubuhnya melemas, terisak-isak dan kembali menjadi Natasha yang Bagus kenal.

Di ujung cerita, dijelasin bahwa pada dasarnya Natasha tidak bisu. Kebisuannya akibat dari guncangan jiwa ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ibunya disiksa samapi mati oleh ayahnya. Selain itu Natasha didiagnosis mengalami gejala perpecahan kepribadian. Di satu sisi dia sebagai Natasha, di sisi yang lain dia merasa menjadi mamanya karena Natasha terlalu menyayangi mamanya ini, sehingga meskipun tau mamanya sudah meninggal, tapi alam bawah sadarnya tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Bahkan sisi lain Natasha saat menjadi mamanya mengaku bahwa dialah yang membunuh Gita dan Herman untuk melindungi Natasha. Pasca penyerangan terhadap Bagus, Natasha masih ditangani oleh psikiater, dan Bagus berjanji akan terus menunggu Natasha, dan ceritapun berakhir.

Bagian menarik dari buku ini adalah adegan2 romantis antara Bagus dan Natasha yang dulu bikin hati masa remajaku jadi deg-degan sendiri.. hahahha.. klo dibaca sekarang sih ya efeknya ya gak sedahsyat dulu. Misalnya, waktu Bagus ngajakin naik sepeda boncengan malem2, tiba2 ujan, trus mereka dansa di tengah ujan... Trus pas malem2 mati lampu, Bagus meluk Natasha yang ketakutan.. Trus juga waktu Natasha sibuk ngerawat luka Bagus akibat berantem ma cowok yang gangguin Natasha. Si Bagus keasyikan bener dikompres ma Natasha. Dia ngerasa sejuukk di hati, ngerasa ada yang merhatiin. Apalagi waktu gak sengaja tangan Natasha bersentuhan langsung dengan kulitnya, Bagus bener2 mati kutu... Duuuhhh gimana gak klepek2 coba. Bagus ni diceritain matanya kelam, tajam, alisnya tebel... Tipe aku bangeeeeett.. Hehehhe.. Yah, gitu deh pokoknya, jadi nostalgia masa2 masih SMP.. Ada yang juga sempet ngefans ma novel ini duluuu??

Rabu, 03 April 2013

APA KABAR SEMUA???

Assalamu'alaikum.. Hai.. Hai semua.. Apa kabarr?? Kangenkah kelian semua padaku?? Hahahhaa.. Sok pede ya.. Maaf udah lama banget gak ngisi blog ini.. Udah hitungan tahun blog ini dianggurin sedemikian rupa. Maaf ya, blog, kesian dirimu *sambil ngelus2 layar laptop*.

Pengen bisa nulis lagi, ngereview lagi, cuma banyaklah gak sempetnya, dan kalopun sebenernya sempet, banyaklah malesnya.. hahahaha.. Apalagi baru aja punya baby lagi, semakin susah pasti bagi waktunya. Yaaah, kita liat aja, abis tulisan ini, aku bakal nulis lagi gak.. Padahal wektu kemaren mo cuti 3 bulan, aku dah kepikir, bakal ngurusin blog ah, mumpung libur panjang.. Ternyata oh ternyata, niat tinggalah niat tanpa proses realisasi. Kok ya kehamilan yang ketiga ni agak ringkih, gak kayak yang 2 dulu. Dikit2 capek, pusing, pegel, bahkan sampai udah mo nglairin aku masih dilanda mual dan eneg.. Aneh.. Baru buka laptop bentar, punggung dah gak kuat, mata dah bekunang2, batallah semua rencana mulia mo nulis ini itu..

Alhamdulillah proses persalinan lancar, normal, masuk RS abis subuh, jam 06.05 lahirlah bidadari kecil kami (gak kecil dink, wong beratnya 4,1 kg). Nah sambil jagain si kecil, aku iseng liat2 blog ini lagi. Waduuhh, banyak juga komen2 yang belum sempet kubales.. Jadi gak enak ati, orang udah mo mampir kesini kok yang punya rumah malah cuek bebek.. Jadi mencoba balesin satu2, dan aku jadi semangat lagi, jadi kangen ngereview lagi.. Mudah-mudahan bukan cuma sekedar keinginan yaaa.. Mohon sabar menunggu.. hahahahhaa... 

Kamis, 11 Agustus 2011

SAKINAH BERSAMAMU (Asma Nadia)

Wuihhhh.. Ngerinya ni blog. Sepi mencekam tak bertuan.. hahhahhaa... Maaf buat yang udah baik hati mo mampir di sini dan kecewa karena gak pernah ada postingan baru (ah, sok laku aja ni dwirikuu), juga maaf buat yang gak sengaja mampir disini dan jadi merinding, ini blog pa kuburan ya saking gak terasa hawa kehidupannya??? Gak ada alasan lain kenapa blog ini jadi dikaparkan dan tak diberdayakan, kecuali karena pemiliknya super duper malezzzzz... Pertama, males baca buku... klopun dah baca, males nulis.. klopun dah baca dan nulis, males motoin bukunya, hahhahaha.. paraaahhh.. Yuk, mumpung puasa, dan kantuk begitu mudah menyerang, biar mata tetep terjaga, mulai lagi kita ngeblog (...di kantor --- sstt, diem2 aja).. ayo kawan, mari kita kemon...

Hmmm.. buku apa yang enak dirumpiin?? Suka Asma Nadia??? Suka suka sukaaa *upin ipin mode on*.. Sammaaaa, aku juga suka. Suka banget malah. Buku2nya banyak yang berasa, akuuuu banget, maksudnya deket banget ma kehidupan kita sehari2. Kali ini ada buku yang gak sengaja aku temuin pas lagi dines ke Jogja. Yang namanya dines, ke kota manapun, ntah knapa, aku selalu ngerasa gak afdol klo gak ke gramedia di kota itu (kebiasaan yang suka jadi bahan ledekan temen2 kantor, kayak di Palembang gak ada ajjjaa, dan jawabanku biasanya, bodoooo...sambil nyengir lebar). Waktu itu tujuan utamanya nyari Naked Traveller 3, dapetlah buku itu, trus keinget Catatan Hati Seorang Istri-nya Asma Nadia yang belum juga aku punya karena dah susah dicari, aku tanya ke Mbak2 disitu, trus ditunjukin di deretan buku2 baru... Haduuhhh, senenngnya.. ternyata Catatan Hati Seorang Istri dicetak ulang dengan beberapa tambahan cerita baru, dan disampingnya ada buku baru, yang aku yakin pasti isinya wokee, judulnya Sakinah Bersamamu.. Gak usah mikir panjang2, aku ambil deh dua2nya.

Karena yang Catatan Hati Seorang Istri dah pernah aku baca (modal minjem di perpus), jadi pilihanku buat nemenin selama perjalanan pulang Jogja - Palembang ya buku Sakinah Bersamamu itu.. Duuh isinya, seperti biasa mengharu biru, bikin aku mewek2 di atas pesawat, mpe temenku geleng2.. hahhaha.. diajakin becanda, lha kok matanya bekaca2..

Sakinah Bersamamu yang jadi judul buku ini sebenernya juga jadi salah satu cerpen yang ngisi ni buku. Selain Sakinah Bersamamu masih ada 16 cerpen lain yang isinya tentang kehidupan berumah tangga. Ah, apa istimewanya truss?? Istimewa pertama ya isi ceritanya ituuu.. Kehidupan rumah tangga yang mungkin banget terjadi di sekitar kita, atau bahkan di kehidupan kita sendiri, diceritakan dengan alur yang enak banget diikuti, juga pake bahasa yang pas banget buatku, gak lebay, gak kekanak2an, gak sok2 ABG, tapi juga gak terlalu dewasa yang bikin kesan jadul muncul.. pokoknya enak dibaca dan diresapi. Temanya juga beragam, ada perselingkuhan, ada perbedaan karakter suami istri, ada bayangan cinta lama yang kembali datang setelah sama2 sudah gak sendiri, tentang cemburu, dan buanyakk lagi.

Istimewa kedua, di akhir cerita, Asma Nadia nyediain ruang untuk ngobrol dengan pembacanya, jadi ni cerita dibahas kayak rubrik psikologi gitu.. hehhehe.. Jadi intinya apa, trus rujukan2 buat pedoman, baik literatur ilmiah, juga Al-Quran dan hadis Nabi, tips2 seputar rumah tangga. Seru deh pokoknya.

Beberapa cerita yang masih kuinget, ada cerpen dengan judul Arti Bunda, cerita ttg seorang perempuan, yang tadinya jadi ibu rumah tangga biasa, trus karena anak2 dah mulai gede, mo nyoba kerja dengan ngasih les bahasa Inggris untuk hmm.. apa ya bahasa kerennya, mengaktualisasikan dirinya gitu deh.. Wuiihh, ternyata jadi ibu pekerja di Jakarta gak mudah.. ya iyalah, macet, debu, capek, duit gak seberapa, dan keluarga terbengkalai.. Aku aja yang kerja di tempat yang alhamdulillah enak, reputasi Perusahaan yang baik di kotaku, fasilitas dari kantor yang oke punya, kompensasi yang lebih dari cukup, jarak tempuh rumah kantor gak sampai 10 menit, bisa pulang ke rumah pas jam istirahat, kadang berasa lelaaaaahhh banget dan kepikiran resign, enak kali ya jadi istri yang tinggal nodong ke suami.. pengennya bisa nemenin anak2 di sekolah tiap hari, bisa bikin cemilan tiap sore.. hahhahaha.. tapi gak ah, aku mensyukuri hidupku kok, semua pilihan ada konsekuensi.. Jadi klo disuruh milih bekerja atau di rumah?? tergantung anda sendiri, klo masih bingung, coba baca buku ini, Asma Nadia kasih contekan di belakang cerita.

Ada lagi Mata Yang Sederhana, cerita tentang suami yang merasa istrinya sekarang terasa tak sedap di pandang mata, gak pernah dandan, cuma pake daster lusuh, bener2 bikin ilfil, sementara istri teman baiknya selalu keliatan modern, baunya harum, dandannya elegant. Sempat terpikir untuk mencoba mencari kesenangan liar dengan berpetualang mencicipi perempuan2 di luar sekedar untuk variasi. Ckckck.. Trus kira2 jadi gak si tokoh ni mengingkari janji pernikahan? Klo jadi, seberapa dalam penyesalannya saat memandang perempuan yang rela menghabiskan kejelitaan dan kehalusan kulitnya dalam hari2 pernikahan yang panjang, yang tetap setia di sisinya meskipun melewati begitu banyak masa sulit, dan bukan pula salah perempuan ini kalau semakin hari semakin terlihat sederhana di matanya.. duuhhhh... woiii suamiiiiii2 di muka bumi ini.. jangan mo enaknya aja donk.. jangan habis manis sepah dibuang.. wuih.. emosi emosi dah aku.. ah, ngurangin pahala puasa aja...Di ujung cerita, Mbak Asma juga mengingatkan semua istri untuk tetap berusaha menghias diri, tetap berusaha jadi penyejuk mata dan hati suaminya.. Setuju klo yang ini.. hehehe...

Pengennya sih mbahas satu2 cerpen yang ada tapi gak mungkin deh kayaknya.. bisa2 postingan ini jadi puanjangggg banget. Selain Asma, ada juga cerpen karya Galuh Chysanti (peserta pilihan dari AsmaNadia Writing Workshop), judulnya Kalung, cerita tentang bakti seorang anak ke orang tuanya. Hmm.. biasa aja sih menurutku, gak terlalu istimewa.. O iya, aku jadi teringet ada satu cerita yang sebenernya temanya bagus, tapi kok agak lebay ya, judulnya Saat Memaknai Cinta. Entah kenapa kok kurang sreg di hatiku. Cerita tentang ibu yang sebenernya sayang ma anaknya, tapi tingkah lakunya gak sabaran bener, suka marah2, bentak2, nyubit, gitu2 deh. Apa ya, kok kayak berlebihan gitu, bayangin seorang ibu sampai bilang ke anaknya, "Anak brengsek, gak tau diuntung, masih mending diurusin, gua buang juga nih".. Idihh... jijay amat bahasanya... Padahal ni ibu, pendidikannya tinggi lho dari keluarga menengah ke atas juga, hidupnya lebih dari cukup.. Gak pantes banget sih... Aku juga suka gak sabaran ma anakku, suka marah klo mereka gak nurut, tapi ya kayaknya gak gitu2 banget deh, gak sampai kayak di cerpen itu.. Berasa jadi ibu tiri aja klo model gituan.. Hahahha, ini satu cerpen yang kurang pas menurutku. Kurang natural gitu..

Apalah arti satu cerita yang gak pas. Bagiku buku ini tetap recommended banget deh. Bukan cuma buat para perempuan di manapun anda berada, tapi juga buat para lelaki yang ingin membangun keluarga yang sakinah.. Karena seluruh rangkaian cerpen di buku ini ditutup ma cerita Sakinah Bersamamu yang dalemmmmm banget.. duuhhh, gak kuku deh.. Cerita tentang istri yang bahagia hidup ma suami yang sayanggg banget ma dia, bapak yang tanggung jawab ma anak2 mereka, sampai si suami ngalamin puber kedua trus minta ijin mo nikah lagi. Kebayang gak, apa yang dirasakan perempuan ini saat memandangi jasad suaminya setelah sekian lama pengkhianatan itu berlalu. Masih adakah kekecewaan dan kesedihan yang tersisa atau justru tetap ada rasa cinta yang luar biasa dan akan terus terbawa sampai mati?? Ah, kalo penasaran, itu artinya dirimu WAJIB beli buku ini.. Buku ini bikin nyessss di hati.. Mbak Asmaaaa, mampir donk ke Palembang....

Jumat, 12 November 2010

RUMAH BERATAP MERAH (Enid Blyton)


Lagi2 cerita soal bukunya Enid Blyton. Kayak gak ada yang lain ya... Kata suamiku, ntar yang baca bosen klo Enid Blyton mulu.. Emangnya ada yang mbaca ni blog?? Pede amat, hehe.. Iya ya, blog2 buku lain seru banget mbahas buku2 baru, beraneka jenis tema cerita dan pengarang.. Aku masih berkutat di sekitar Enid Blyton, S. Mara Gd, mentok2nya Sidney Sheldon.. Hikss... Pengen sebenernya bahas buku2 baru, tapi ntah knapa hati ni jatuhnya ke situ2 lagi.. Padahal klo dipikir2, jadi gak bermanfaat ya mbahas buku tua, klo orang pengen ikutan baca udah susah nyari bukunya. Tapi biarlah.. malah jadi unik.. blog lain kan ngomongin buku baru, biarlah blogku ngomongin buku2 tua sekalian, biar pada kangen dan terkenang2..

Klo Rumah Beratap Merah dah pernah baca??? Biasanya pecinta Enid Blyton gak akan melewatkan buku satu ini. Beberapa judul lepas Enid Blyton justru lebih menarik diikuti daripada buku2 yang serial, kayak Lima Sekawan ato Pasukan Mau Tahu. Apalagi yang pake judul2 rumah gitu, aku selalu langsung tertarik, kayak Rumah Pohon di Tengah Hutan. Ada lagi lho yang pake judul rumah tapi aku belum pernah punya kesempatan buat baca, judulnya Rumah di Ujung Jalan. Pengeeennn... Ada yang punya???

Hiihh.. dari tadi dah panjang lebar nulis, ternyata blm nyeritain apa2 ttg ni buku. Gini ceritanya, ada satu keluarga, keluarga Jackson, isinya 6 orang. Ayah, ibu, 2 anak perempuan dan 2 anak laki2. Selama ini mereka tinggal di satu rumah kecil yang sempit dan sumpek, letaknya pun di gang yang sibuk, terpolusi dengan asap pabrik dan ribut dengan suara trem. Pendeknya sih, bukan rumah yang nyaman untuk ditinggali keluarga tersebut.

Nah, mereka trus pindah, menyewa tempat lain yang memang harganya lebih mahal sambil berharap kelak mereka bisa membelinya dan mereka bisa memiliki rumah impian ini. Pindah kemana? Ke rumah mungil tapi cukup lapang buat mereka, berdinding putih, letaknya di lereng bukit hijau. Atapnya runcing di bagian atasnya, gentingnya merah dan ada 4 cerobong asap yang tinggi. Ada 5 kamar dengan pemandangan beraneka bunga dengan warna warni yang indah dan langsung tercium aromanya saat jendela kamar dibuka. Dapurnya bersih dan terasa nyaman, dindingnya berubin hitam dan putih, lantainya pun dilapisi linolium dengan warna yang sama. Hmmm... rasanya aku ikut merasakan nyamannya rumah itu.

Yang jelas, ayah, ibu, Molly, Peter, Michael, dan Shirley benar2 bahagia. Mereka merasa rumah ini membawa keberuntungan bagi mereka. Molly sudah 17 tahun, sudah lulus sekolah dan akan melanjutkan pendidikan menjadi guru TK. Peter bercita2 menjadi seorang dokter, dan dia bekerja keras untuk mewujudkan impiannya, Pak Jackson berjanji akan sekuat tenaga mengusahakan segala biaya untuk pendidikan Peter meskipun pada dasarnya keluarga mereka bukan termasuk keluarga yang berlebih secara finansial. Michael sangat suka mengutak atik barang, dia hobi bener merangkai suatu barang hingga bekerja seperti semestinya, meskipun masih kecil dia memahami kerja barang2 mekanik yang cukup rumit untuk usianya. Sedangkan Shirley, si bungsu yang masih agak manja karena jadi kesayangan semua orang dalam keluarga ini, masih hobi main boneka, dan belum terlihat minatnya terhadap suatu hal secara khusus. Keluarga yang bahagia, kompak, dan saling mendukung.

Melengkapi isi rumah tersebut dan kebahagiaan keluarga ini, mereka memiliki anjing spaniel yang diberi nama Buntel, pelayan bernama Jenny Wren yang tidak sengaja mereka miliki, juga Jack Daw, anak muda yang bertugas sebagai tukang kebun dan datang seminggu sekali. Benar2 rejeki buat keluarga Jackson memiliki mereka. Si Buntel jadi pelipur lara keluarga ini dengan tingkah2nya yang lucu. Jenny Wren benar2 bisa diandalkan dalam segala kondisi, rumah selalu bersih, dan makanan enak selalu tersedia, meskipun ia gak mo dibayar sedikitpun karena sudah sangat berterimakasih diberi satu kamar indah dan boleh menumpang tinggal di rumah ini. Sedangkan Jack Daw, meskipun sangat sedikit bicara karena tinggal dengan kakeknya yang bisu, sangat telaten merawat kebun rumah beratap merah.

Saat mereka merencanakan liburan bersama2, tiba2 ayah dipromosikan perusahaannya, tetapi harus 6 bulan pergi ke Amerika sebagai wakil perusahaan. Duuhhh.. sedihnya keluarga ini. Di satu sisi, perjalanan ini tentunya akan membuat karir Pak Jackson menjadi lebih tinggi, tapi di sisi lain, anggota keluarga lain merasa gak mampu hidup tanpa kepala keluarga selama 6 bulan, apalagi kondisi kesehatan ibu sedang kurang prima, lagi mudah capek dan sering merasa kurang sehat. Toh akhirnya mereka harus merelakan juga kepergian ayah. Peter sebagai anak laki2 tertua bertugas menggantikan ayah, harus mengurus semua jenis tagihan dan memastikan keadaan berjalan seperti semestinya. Molly dan Jenny Wren bertugas membantu ibu saat mengurus rumah.

Saat ayah masih dalam perjalanan ke Amerika, tiba2 ibu sakit parah, dan harus dirawat di rumah sakit. Mereka kemudian mengirim telegram ke ayah agar segera pulang. Tanpa disangka2, terjadi kecelakaan hebat terjadi di Samudera Atlantik, kapal Albilon yang ditumpangi Pak Jackson bertabrakan dengan kapal lain. Dalam waktu 3 jam, kedua kapal tenggelam dan banyak korban jiwa. Nama ayah tidak ada di daftar korban meninggal maupun selamat, berarti ayah hilang.

Pada awalnya anak2 masih berharap ayah ditemukan dalam keadaan selamat, ibu gak dikasih tau kabar ini karena kondisi kesehatannya sendiri masih sangat mengkhawatirkan dan belum mampu menerima berita2 yang mengejutkan. Hari demi hari berlalu, kabar mengenai ayah benar2 gak ada, sampai akhirnya datang sepucuk surat dari kantor yang mengucapkan bela sungkawa atas menghilangnya karyawan teladan mereka Richard Jackson. Anak2 benar2 merasa kacau, dalam waktu singkat mereka kehilangan ayah dan ibu masih dalam kondisi kritis. Mereka menangis bersama dan saling menguatkan. Untung ada Jenny Wren di antara mereka. Dialah yang mengambil alih keadaan, dengan loyalitasnya yang penuh, berusaha membesarkan hati anak2 sekaligus mengupayakan kesembuhan ibu.

Ayah hanya meninggalkan 100 pound di tabungan dan perusahaan masih akan membayar gaji ayah selama 6 bulan. Hanya tinggal itulah harta keluarga Jackson, sementara ibu sendiri membutuhkan biaya cukup banyak untuk pengobatannya. Untung saja rumah beratap merah sudah disewa selama setahun. Peter dan Molly sebagai anak2 tertua, merasa perlu mengambil tindakan terhadap kondisi finansial mereka yang dalam keadaan kritis.

Akhirnya Peter dengan rela berhenti sekolah, melupakan cita2nya jadi dokter dan mencoba untuk bekerja. Ia diterima bekerja di perusahaan penerbitan sebagai asisten junior. Tetapi ternyata kerjanya hanya sebagai pesuruh, bikin kopi, mengirim surat, dan pekerjaan2 remeh lainnya yang tidak perlu repot2 pake otak. Peter merasa tertekan, tetapi juga harus tetap bertanggung jawab terhadap kelangsungan keluarga ini. Untung saja, gurunya membolehkan Peter belajar sendiri di rumah, dan akan berusaha mengikutkan Peter pada ujian nanti untuk memperoleh beasiswa karena gurunya merasa sayang dengan kecerdasan Peter.

Molly juga tidak melanjutkan pendidikannya untuk menjadi guru TK. Ia menjadi pengasuh 3 anak ibu Lacy. Ibu Lacy ini adik kandung ibunya Prudence. Prudence kawan Molly yang orang tuanya kaya raya, cantik, anggun, memiliki rumah besar, dan baju2 indah, tetapi seneng bener mencemooh dan merendahkan orang lain. Sebagai pengasuh, Molly berpikir ia akan mengajar anak2 berhitung, membaca, dan sebagainya di satu rumah yang nyaman. Ternyata gak seperti itu. Bu Lacy yang malas dan jorok ini lebih membutuhkan pelayan daripada pengasuh. Ia membebani Molly dengan tugas memandikan anak, memasak, dan pekerjaan2 rumah tangga lainnya, serta menahan Molly sampai malam sehingga Molly sering tertinggal acara makan malam dengan adek2nya.

Setiap hari Peter dan Molly merasa tertekan, tapi kondisi keuangan mereka harus benar2 diperbaiki. Untung saja dalam kondisi sulit ini, Jenny Wren yang meskipun tidak pernah dibayar tetapi selalu mendapat hadiah2 indah dari ayah tetap ngotot tinggal di rumah ini meskipun gak akan pernah lagi dapat hadiah. Jack Daw masih rutin datang ke rumah merawat kebun mereka meskipun mereka sudah gak mampu bayar tukang kebun. Dan yang benar2 mencengangkan, Michael yang belum cukup dewasa ikut mencari uang dengan cara memperbaiki barang2 rusak dan menarik upahnya, bahkan Shirley ikut menyumbang keuangan keluarga dengan menjadi tukang antar barang2 rusak yang sudah diperbaiki Michael. Ckckckck... bener2 mengharukan ngikuti perjuangan anak2 dari keluarga Jackson ini. Salut dengan kekompakan mereka, dan semangat mempertahankan kehidupan di saat kondisi mereka benar2 dalam keadaan yang tidak menentu. Bahkan mereka masih bisa menampung Prudence yang tiba2 jatuh miskin karena ayahnya bangkrut dan rumah mereka disita untuk melunasi hutang. Ayah dan adek Prudence kabur, ibu Prudence tinggal di tempat adeknya.

Untunglah keadaan mulai membaik, ibu sudah mulai sehat, dan saat diberitahu mengenai meninggalnya ayah, ibu gak percaya, bahkan dengan kekeuuh tetap optimis bahwa ayah masih hidup. Dan ternyata pembawa kabar gembira adalah Jack Daw. Ia berlari menunjukkan koran dengan tergesa2 ke rumah beratap merah, dan ternyata gambar koran itu adalah gambar sebuah foto yang isinya anggota keluarga Jackson. Berita di koran itu mengatakan bahwa pemilik foto ini adalah seorang laki2 yang sedang kehilangan ingatan akibat kecelakaan kapal.. Oalahhh... gemparlah rumah beratap merah itu. Cepat2 mereka menghubungi koran tersebut, dan akhirnya ayah bisa kembali lagi di tengah2 keluarga mereka... Happy ending lah pokoknya... Tapi tetep penuh keharuan mbacanya. Apalagi bacanya waktu jaman kita masih kecil, duuhhh.. sampai nangis aku bacanya, aku dulu jadi takut banget klo sewaktu2 ayah ato ibuku meninggal dunia. Sampai sekarang juga masih takut dink... Hehe...

Selasa, 09 November 2010

ANAK-ANAK BULLERBYN (Astrid Lindgren)


Ini buku Astrid Lindgren yang bisa aku baca dengan santai tanpa perlu takut bakal ada cerita yang terlalu lebay kayak yang seri Pippi.. hihihi.. pokoknya aku suka buku Astrid yang ini.

Seri Anak2 Bullerbyn ini setauku ada 3 buku, sorri klo salah.. Kami Anak2 Bullerbyn, Musim Ceri di Bullerbyn ma Hari2 Bahagia di Bullerbyn. Aku udah pernah baca waktu kecil, dan baru sempet kemaren2 ini ngulang lagi. Baru 2 buku yang dah sempet dibaca, bahkan dah kufoto2, karena buku2 ini yang aku dapet duluan.. sedangkan yang Hari2 Bahagia di Bullerbyn, baru kemaren dateng dari Martin Radjakomikbekas. Tengkiuu ya..

Berhubung buku yang dateng telat belum sempet dibaca ulang, apalagi difoto, kayaknya gak mungkin bisa ngereview tu buku dalam waktu singkat, sementara 2 buku yang lain dah ngebet banget pengen tampil di blog ini, jadi aku bahas yang 2 dulu aja ya, yang satu ntar nyusul..

Bullerbyn yang disebut2 di buku ini ni nama sebuah desa, artinya Desa Ribut. Knapa disebut desa ribut?? karena anak2 yang tinggal di desa itu biang ribut semua. Wah, pasti banyak banget ya rumah di desa itu yang isinya anak2 sampai bisa bikin keributan seheboh itu.. Weeeww.. gak tuh, isinya cuma 3 rumah, anaknya juga cuma 6. Ada Lisa dan 2 kakaknya yang bernama Lasse (9 tahun) dan Bosse (8 tahun), tinggal di Pondok Tengah. Pondok Selatan ada Olle yang umurnya 8 taun, trus Pondok Utara ada 2 anak cewek, Britta (9 tahun) dan Anna (7 tahun).

Cerita di buku Kami Anak2 Bullerbyn diceritakan dari sudut pandang Lisa. Salah satu cerita, pas Lisa ulang taun, dia dapet hadiah kamar baru.. Woww.. seneng bener si Lisa gak perlu lagi tidur sekamar ma Lasse dan Bosse karena dua cowok ini usilnya bukan main dan suka banget nakut2in Lisa. Di kamar baru ini Lisa bebas mo naruh barang, maupun surat2an ma cewek2 dari pondok lain. Asyik banget pokoknya.

Ada cerita Olle dapet anjing dari tukang sepatu yang dah gak sayang lagi ma anjing itu. Anjing yang dipanggil Svipp ini akhirnya jadi milik Olle dan jadi kesayangan anak2 yang lain juga. Selain cerita ma hewan2 kesayangan mereka, Lisa juga nyeritain tentang Kakek mereka. Sebenernya sih ini Kakeknya Anna ma Britta, tapi dihak milik oleh mereka semua. Mereka berenam sayang banget ma Kakek yang suka kasih mereka gula batu.. (duuh.. apa sih enaknya gula batu klo cuma buat diemut2, klo dipake minum teh poci sih emang oye..).

Kisah2nya natural banget deh.. Kisah anak2 biasa, meskipun agak2 badung. Yang jelas klo mereka bermain berenam, ada2 aja deh yang mereka alami. Salah satunya mereka rame2 bermalam di tumpukan jerami. Hahahha.. apa gak gatel ya..

Klo buku yang Musim Ceri di Bullerbyn nyeritain pesta buah ceri di desa Bullerbyn. Di desa ini memang banyak tumbuh pohon ceri yang selalu lebat buahnya. Lasse ngusulin buat bikin perusahaan buah ceri. Namanya anak kecil selalu aja penuh imajinasi. Jadi rame2 lah mereka ni ngumpulin buah ceri yang dah masak, dapetlah 3 keranjang penuh. Rame2 juga mereka njual tu buah di pinggir jalan raya. Nekad ya.. Untung aja banyak pengendara mobil yang mampir sehingga buah ceri mereka ludes terjual. Bolehlah...

Di buku ini, Lisa umurnya dah 9 tahun. Pernah suatu saat Lisa jadi ibu angkat anak kambing. Sibuk dia ngurusin bayi kambing ini, diberi susu, diajak main, dan nekatnya, suatu saat karena terinspirasi Olle yang suka ngajak anjingnya ke sekolah, si anak kambing ini juga diajaknya ke sekolah. Hebohlah anak2 di sekolah mereka, termasuk ibu guru, hehhehe..

O.. iya, ada tokoh baru di buku ini, namanya Kerstin, adeknya Olle yang umurnya baru 1,5 tahun. Olle sayang banget ma adeknya ini. Lisa ma Britta pernah mencoba jadi pengasuh Kerstin karena dipikirnya asyik aja jagain batita.. Ternyata oh ternyata.. begitu repotnya sampai timbul kekacauan disana sini.

Gak lupa Astrid juga cerita persaingan kubu anak2 cewek ma cowok. Mereka saling main rahasia2an, dan berusaha membongkar rahasia kubu yang lain. Hehehehe.. bener2 jadi inget masa kecil nih.. Ada cerita yang pas Olle giginya copot, trus disimpan di kotak yang dianggap kotak wasiat ma anak2 cowok. Mereka trus nyimpan tu kotak di suatu tempat tersembunyi.. Duuhh.. sok misterius banget deh anak2 cowok itu, sampai Lisa cs jadi gemes pengen membongkar rahasia mereka..

Pokoknya cerita2 di buku ini gak ngebosenin buat dibaca deh, lucu, polos, dan gak lebay.. Jadi gak sabar mo baca ulang yang Hari2 Bahagia di Bullerbyn.. Kayaknya seru juga tuh..

Jumat, 05 November 2010

MISTERI RAHASIA SEORANG SUAMI (S. Mara Gd)

Karena baru mo mulai ngereview lagi, males ah ngomongin buku yang baru pertama kubaca karena biasanya belum terlalu hafal ma nama tempat, nama tokoh, atau detil2 kecil sebagai bumbu cerita sehingga aku terpaksa bolak balik ngeliat lagi ke buku, ribet... Enakan nyeritain buku2 yang isinya aku dah hafal luar kepala karena saking seringnya aku baca ulang, baca lagi, lagi, lagi... Salah satunya buku ini nih, Misteri Rahasia Seorang Suami. Klo liat sampul bukunya, bikin ilfil aja ya mo baca, jadul banget gitu kesannya, juga nama2 tokohnya rada2 kampungan. Huahaha.. Tapi, seperti biasa, aku selalu suka buku2 S. Mara Gd, kayak beberapa pembaca blog ini yang ternyata juga menikmati serial misterinya S. Mara Gd. Hallo, Ferraaa?? apa kabarmu disana?? Masih suka menengok blogku kah?? Klo iya, jangan lupa komentar di sini ya..

Balik ke buku ah.. Sapa sih si suami yang rahasianya dijadiin misteri di buku ini?? Namanya Supriyadi Cokronegoro, seorang priyayi, pengusaha, dan hartawan tampan. Awalnya Maryati sama sekali gak mau waktu ibunya ma ibu si Supriyadi ini berniat menjodohkan mereka. Knapa?? Karena Maryati gak kenal sama sekali ma si Supriyadi ini, trus juga gak suka klo sampe jodoh aja dicariin ortu seakan2 dia gak laku padahal banyak yang ngantri mo jadi pacarnya, juga gak respek saat ibunya (Ibu si Maryati, maksudnya) terlalu mengagung2kan darah biru si Supriyadi (hari gene ngomongin darah biru, emang bisa dipake jaminan buat beli beras??), tambah gak suka waktu tau si Supriyadi ni udah gak gitu muda lagi, makin semangat menolak mentah2 rencana perjodohan ini setelah tahu si Bapak Supriyadi terhormat ini ternyata seorang duda?? Heeee?? Duda??? Emooohhh... pikir Maryati.

Makanya Maryati buru2 menolak permintaan ibunya untuk menemui Bu Cokro atau ibunya Supriyadi yang berniat mampir ke rumah buat ketemu Maryati.. Duuhh, kayak ayam yang mo dijual aja, rasanya... Tapi ibu Maryati sengaja ngomporin Maryati dengan ngomong bahwa jangan ngesok dulu, belum tentu Bu Cokro ini sudi punya menantu Maryati.. Hiiihhh.. langsung deh Maryati tertantang, pikir dia, sapa yang masih gak mau milih wanita cantik, berpendidikan, dan dari keluarga baik2 untuk dijadiin menantu buat anaknya yang cuma seorang duda. Akhirnya Maryati setuju untuk ketemu dengan Bu Cokro, bahkan setuju dengan skenario perjodohan antara dia dan Supriyadi. Skenario perjodohan ini sengaja disusun tanpa sepengetahuan Supriyadi, karena selama ini Supriyadi selalu menolak untuk dijodoh2kan dengan siapapun. Maryati akan dikenalkan oleh Bu Cokro sebagai karyawan yang membantu mengurus perkebunan apel milik mereka, sehingga Maryati dan Supriyadi akan sering ketemu, dan diharapkan Supriyadi tertarik pada Maryati dengan sendirinya, tanpa ada kesan bahwa sebenernya mereka udah dijodohin.Untuk mendukung rencana ini, mau gak mau Maryati harus menginap beberapa waktu di rumah keluarga Cokronegoro di daerah Batu.

Jadi, berangkatlah si Maryati ke Batu karena selain merasa tertantang, dia berpikir toh gak ada ruginya juga pergi kesana. Itung2 refreshing, dan nambah2 uang saku karena dia akan digaji seperti karyawan sesungguhnya. Masalah perjodohan biarlah takdir yang akan mengatur.

Tapi ternyata, begitu ketemu pertama kali ma Supriyadi, justru Maryati yang terkintil2. Ceritanya sih ternyata si Supriyadi ini sumpah mati guantennggg bangett.. gagah.. memukau.. pokoknya bener2 bikin Maryati klepek2. Maryati yang tadinya gak bersemangat ma rencana perjodohan langsung berubah jadi niat banget buat ngupayain dengan sekuat tenaga agar rencana perjodohan ini berhasil. Singkat cerita, akhirnya perjodohan ini benar jadi kenyataan, meskipun Puspaningrum Suriatmaja atau adek Supriyadi yang biasa dipanggil Puput sempat menasihati Maryati untuk tidak menikahi kakaknya. Menjelang hari pernikahan mereka, Maryati sempat didatangi seorang wanita berpenampilan eksentrik yang nyuruh dia mbatalin pernikahannya ma Supriyadi. Aneh2 aja.. tapi Maryati gak peduli sama sekali.

Pas udah nikah, Maryati ma Supriyadi tinggal di Batu bareng mertua. Supriyadi gak tiap malam pulang ke rumah karena sebagai pemilik pabrik sepatu dan tas kulit di daerah Sepanjang yang lumayan jauh dari Batu, dia memang menyediakan kamar khusus untuknya di area Perusahaan. Kehidupan Maryati sebenarnya nyaman, hanya saja, Maryati merasa tidak punya kebebasan karena mertua terlalu ikut campur kehidupan rumah tangganya meskipun dengan menggunakan cara yang sangat halus. Menu masakan harian dan dekorasi rumah masih tanggung jawab mertua sehingga Maryati merasa sedikit tertekan, apalagi tidak tiap hari Supriyadi ada di rumah untuk menerima uneg2nya.

Untung Maryati masih bisa berteman ma Puput dan suaminya Irwan. Dari Puput ini juga akhirnya Maryati tau bahwa hubungan Puput ma Bu Cokro gak sehangat hubungan ibu dan anak pada umumnya. Ternyata Bu Cokro pernah menghalangi hubungan Puput dengan mantan pacarnya yang dulu karena pacar Puput dulu seorang Cina. Bu Cokro mengancam bunuh diri kalo sampai Puput menikahi pacarnya yang Cina itu. Akhirnya Puput mundur, bahkan bersedia menikah dengan pria pilihan ibunya, yaitu Irwan yang seorang dokter gigi. Tapi Puput gak pernah bahagia, dan ia sengaja menunjukkan ketidakbahagiaannya itu dengan tiap hari datang ke rumah ibunya.

Sewaktu Maryati ikut Supriyadi meninjau pabriknya sekaligus mo belanja baju2 hamil, disana ketemu dengan salah satu pegawai Supriyadi bernama Ester Rumilah. Yang bikin kaget, wanita inilah yang dulu sempat dateng ke rumah Maryati dengan dandanan eksentrik untuk menasihatinya agar tidak menikah dengan Supriyadi. Akhirnya, setelah bicara 4 mata, Ester membuka kisah lama Supriyadi. Menurut cerita Ester, dia sebenarnya bekerja di tempat Supriyadi untuk mencari bukti bahwa Supriyadi ini yang membunuh istri pertamanya. Kaget deh si Maryati, karena selama ini Supriyadi tidak pernah mo berbagi cerita mengenai mantan istrinya... Cerita Ester semakin seru. Menurutnya, dulu Supriyadi menikah dengan wanita Cina bernama Lili Handoko, dan ibunya sama sekali tidak setuju, akhirnya dikucilkan dari keluarga, dan Supriyadi gak pernah lagi pulang ke Batu. Setelah menikah, Lili menanamkan seluruh warisan orangtuanya ke Perusahaan Supriyadi. Pas Lili lagi hamil, sehari sebelum lebaran, rumahnya dirampok orang, dan Lili terbunuh, gelangnya hilang, dan polisi gak pernah bisa menemukan perampoknya sampai akhirnya kasus ini ditutup.

Menurut Ester, dia mencurigai Supriyadi-lah yang mengatur skenario perampokan itu untuk menghabisi nyawa Lili karena pada dasarnya Supriyadi ingin menikahi Lili hanya karena hartanya. Setelah harta didapat, maka nyawa Lili gak lagi berguna, apalagi dalam perut Lili bersemanyam calon bayi yang kemungkinan bermata sipit seperti ibunya. Maryati benar2 gak percaya dengan tuduhan keji ini. Dia membela Supriyadi mati2an, bahkan mengancam akan membuka mulut di depan Supriyadi mengenai cara Ester menjadi mata2 agar Ester dikeluarkan dari Perusahaan. Ester justru tertawa.. dia gak rugi kalopun dikeluarkan karena dia juga berprofesi sebagai peragawati yang cukup laris. Selain itu, di Perusahaan ini, Esterlah yang jadi tangan kanan Supriyadi. Bisa2 Supriyadi kalang kabut kehilangan designer handal kayak Ester. Benar2 dilema bagi Maryati. Akhirnya Maryati membiarkan Ester meneruskan penyelidikannya dengan tujuan agar pada akhir penyelidikan, Ester bisa yakin bahwa Supriyadi benar2 gak bersalah. Bahkan Maryati mengundang Ester untuk ikut menginap di rumah pada acara nujuh bulanan kehamilannya.

Dan acara nujuh bulanan yang tadinya begitu sempurna, jadi kacau balau saat menjelang malam, ada seseorang yang terbunuh, dan orang tersebut adalah Ester, dan saat sekarat, Kosasih yang juga termasuk tamu undangan pada acara tersebut, sempat melihat gerak bibir Ester saat ia mengulurkan kertas ke genggamannya, bisikan tersebut terdengar "Mas Yadi". Gemparlah seluruh keluarga.. Maryati langsung diungsikan ke rumah kakak kandungnya.

Mulai dari sinilah penyelidikan berjalan seru.. Konflik semakin berbelit2 dan saling kait mengkait. Akhirnya terkuak juga bahwa Ester ini ternyata kekasih Paul Handoko atau satu2nya kakak Lili Handoko. Juga cerita bahwa ternyata Bu Cokro sempat ketemu menantu pertamanya sebelum Lili meregang nyawa. Juga kehidupan Puput dan Irwan yang penuh rahasia. Ckckkck.. Gak nyangka deh pokoknya.. Seruu.. Paling seneng pas di ujung cerita, Kosasih ma Gozali mbeberin kronologis kejadian dan mulai menyatukan dengan alibi masing2 oknum yang terlibat serta mengikuti reaksi masing2 oknum tersebut. Duuhh.. gak ada bosen2nya deh baca.. Buat yang suka serial Misteri S. Mara Gd, selamat berkangen2 deh ma judul ini... Hehehe..

LAMA SEKALI KITA TAK BERSUA, KAWAN!!!

Dah lama banget ya gak nulis apa2 disini.. Kasian banget ni blog dianggurin sedemikian rupa. Tapi kok ya masih ada aja yang baca, bahkan nulis komentar.. Duuhh, jadi terharu.. hahahaha, kumat lebaynya... Yang jelas aku seneng masih ada yang care ma blog ini, padahal pemiliknya aja dah males2an melihara. Lebih sibuk di dapur sekarang nih si Mama.. Masih juga asyik bereksperimen ini itu.. Gak nyangka ya, dari yang males turun ke dapur jadi ketagihan... Udah lumayan lho makanan2 lezat yang dihasilkan dari dapur Mama 'La.. Ih, ngaku2 ya, sok bener, berasa yang dah pakar aja, padahal masih pemula.. Tadinya pengen juga bikin blog ttg kesibukan di dapur, pengen berbagi cerita aja ma temen2, cerita sukses dan gatotnya saat mencoba bikin ini itu.. tapi setelah dipikir dengan lebih bijaksana, halah... sudah2lah, satu blog aja gak keurus kok masih mo nambah. Sekarang waktunya nebus dosa ma blog ini, harus mulai disayang2 lagi nih... Nulis lagi yuukk..., ngereview lagi.. Selain nyegerin pikiran (bagiku baca dan nulis merupakan satu relaksasi), kali2 aja nambah pahala klo ternyata yang aku tulis membawa kebaikan bagi siapapun yang baca... Ayo, semangat!!!!



Ini nih, kukasih foto Mama 'La lagi sibuk nulis.. Sayangnya foto yang keliatan lagi ngadepin komputer ternyata cuma ada satu ini nih.. Udah kualitas fotonya gak gitu bagus, karena ngambilnya cuma pake HP, lokasinya di kantor pula... Hahahaha.. gak matching banget deh, ngeblog kok di kantor (begghhh... pada gak tau aja, kadang2 emang di kantor ngeblognya.. :D). Pokoknya ni foto keliatan banget boongnya klo lagi ngeblog, mana ada spanduk2 yang sudah kusamarkan sedemikian rupa. Keliatan banget ya klo pemilik blog cuma pengen nampang pake gaya lagi sibuk ngetik, tapi kok ya ketemunya cuma foto ini. Sebenernya bukannya gak ada foto di rumah pas lagi berpose ma Mr. kompi, cuma ya itu, kayaknya gak lolos sensor buat tampil di sini.. Karena biasanya mukanya ala kadarnya aja, gak berjilbab, malah kebanyakan dengan pedenya berkostum celana pendek.. Oh, no.... hahaha.. udah ah, cukup sekian basa basi setelah lama gak ketemu, mo mulai nyari buku yang enak buat digosipin nih... Tengkiuu buat smua yang dah mampir, dan jangan bosen mampir sini, ya...

Jumat, 18 Juni 2010

NOTHING LASTS FOREVER (Sidney Sheldon)

Ngakunya sih seneng banget ma buku2 Sidney, tapi masak baru satu aja bukunya yang dibahas disini, malu kan... , makanya pengen ngomongin bukunya Sidney sekarang. Dulu pas aku nyeritain Tell Me Your Dreams, aku bilang aku paling suka buku Sidney yang Nothing Lasts Forever - Tiada Yang Abadi. Aku dah pernah baca, tapi cuma minjem perpus, pengen banget punya buat koleksi. Waktu itu, pas buku2 Sidney mulai dicetak ulang dengan cover baru, buku ini tidak termasuk yang pertama dicetak, jadi mau gak mau harus cari yang cover lama, dan itupun ternyata susah dicari. Pas aku liat di bukabuku belum berstatus out of print, langsung deh aku pesan. Seneng banget pas barangnya sampai. Eeee... gak taunya, gak sampe sebulan dari aku beli itu, buku dengan cover yang baru muncul. Halah... halah... gara2 gak sabar, takut bukunya gak semua dicetak trus yang stok lama abis pula, makanya aku buru2 beli, eee.. malah jadi sempet nyesel dikit. Tapi dipikir2 lagi, ya sudahlah, toh isinya tetep sama...

Novel Sidney kali ini menceritakan kehidupan tiga dokter wanita, yang tinggal di satu apartemen dan bekerja pada satu rumah sakit yang sama, memiliki mimpi, nasib, dan kehidupan yang berbeda. Mengutip lembar pertama dari buku ini, yang pertama hampir menyebabkan seluruh rumah sakit di karantina, yang kedua membunuh pasiennya karena satu juta dollar, yang ketiga mati terbunuh.

Cerita di buku ini dimulai dengan suasana persidangan salah satu dokter wanita tersebut, Dr. Paige Taylor yang dihadapkan di meja pengadilan karena diduga membunuh seorang pasien yang pada akhirnya mewariskan sejuta dollar padanya. Pasien tersebut, John Cronin, seorang pria tua dengan istri yang masih muda, dirawat karena penyakit kanker telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Dia diduga meninggal karena suntikan insulin, bukan karena serangan jantung seperti yang ditulis pada surat keterangan kematiannya. Dr Paige Taylor diduga sengaja membunuh si John Cronin karena mengetahui bahwa pria tersebut sudah mencoret si istri dari daftar ahli warisnya. Proses pengadilan ini dipublikasikan besar2an. Cerita pengadilannya seru deh, ada pengacara ma jaksa yang saling adu argumentasi, ada saksi2 yang memberatkan tu dokter, ada pria yang begitu mencintai si dokter, lengkap kap..

Trus cerita mulai berubah alurnya menjadi maju mundur... jadi diceritain kilas balik Dr Paige Taylor saat pertama kali menjadi residen di Embacadero County Hospital, rumah sakit tertua di San Francisco. Dari serombongan residen baru tersebut, hanya ada 3 dokter wanita, Page Taylor, Kate Hunter, dan Betty Lou Taft atau biasa dipanggil Honey. Mereka akhirnya bersahabat, menyewa apartemen bersama, dan berbagi kehidupan bersama. Kisah masa lalu, kehidupan dengan keluarga, juga harapan2 mereka yang diceritakan dengan jalan cerita tak biasa itu bikin buku ini jadi nambah lagi nilai plusnya.

Dr. Kate Hunter berkulit hitam, cerdas, kompeten sebagai dokter, ternyata memiliki kehidupan masa lalu yang tidak menyenangkan, jadi korban pemuas nafsu ayah tirinya, menyebabkan ia membenci semua makhluk berjenis kelamin laki-laki. Di rumah sakit yang rawan pelecehan terhadap wanita dan status warna kulitnya, ia terkenal sebagai wanita yang dingin, tak pernah berhasil dikencani pria manapun. Hanya gara2 mengikuti permainan seorang dokter laki2 yang bertaruh untuk dapat menidurinya (upp... soriii), kehidupannya dipaksa berhenti, dihentikan dengan satu pembunuhan kejam.

Kehidupan Dr. Honey juga sama menariknya untuk diikuti. Lahir dari keluarga yang serba hebat, ayah, ibu, juga kedua kakak perempuannya yang cantik, cerdas, dan populer, menyebabkan Honey kecil tak pernah mendapatkan perhatian dan cinta dari manapun. Apalagi ia tak terlalu cantik, tidak juga terlalu cerdas, dan sangat - sangat pemalu. Orang tuanya bahkan menganggapnya salah satu kekeliruan genetis dalam keluarga mereka. Tujuannya dalam hidup hanyalah menyenangkan orang2 di sekitarnya untuk memperoleh perhatian. Saat seorang kawan sekolahnya yang populer mabuk berat dan berhubungan dengannya, ia terheran2 mengapa seorang pria bisa sangat menikmati hubungan seperti itu. Kesadaran ini membuatnya mempelajari dengan mendalam semua teknik cara2 memuaskan pria. Keahliannya ini terbukti dapat mempermudah kehidupannya hingga menjadi seorang dokter.

Tapi tetap porsi Dr. Paige Taylor yang paling banyak diceritakan di buku ini, tentang kehidupannya di pedalaman mengikuti ayahnya yang bekerja sebagai dokter WHO, juga kisah cintanya yang kandas dengan teman masa kecilnya di daerah pedalaman yang juga berprofesi sebagai dokter, juga betapa kompetennya ia sebagai dokter bedah, juga keberaniannya mengungkap segala kebusukan di rumah sakit, caranya menangkap pembunuh Kat Hunter, juga tuduhan sebagai seorang monster pencabut nyawa pasien.

Seru banget deh buku ini. Asyik bener membayangkan hiruk pikuknya ruang emergency, ICU, juga ruang2 operasi. Berasa aku ikut terlibat disana, ngerasa ngantuk dan lelah juga saat dokter2 itu dipaksa kerja sampai 36 jam nonstop. Aku buta sih masalah medis, gak tau yang ditulisnya bener pa nggak, sampai ke istilah2 medis dan obat2an diumbar dengan begitu mulusnya, tapi setauku Sidney Sheldon selalu nglakuin riset dulu sebelum menulis buku, saluuttt...

Yang lebih aku seneng lagi dari buku2 Sidney nih adalah, endingnya yang biasanya melegakan, puasss banget tau yang bener menang dan yang salah dapet hukuman, tapi dengan alur yang gak biasa, masih juga penasaran sampai di ujung cerita. Baguuusss...

Jadi, gimana nasib Paige Taylor?? baca sendiri deh... :p

ADA APA DENGANMU...????

Idiihhh... mentang2 si Ariel lagi ngetop dengan kasus2 video hotnya (atau video hot yang pemeran prianya mirip ma dia *masak sih*), trus ngambil judul postingan pake judul lagu Peter Pan... Biar naikin traffic?? Aduh... bukaaannn, boro2 mikirin traffic, bisa posting aja dah satu anugerah tak ternilai bagiku... makanya ambil judul ini, "Ada Apa Denganmu", (maksudnya, ada apa denganmu, hai penulis blog, kok gak pernah ada postingan baru???)..

Iya nih lama banget ya gak nulis disini... aku juga sedih sebenernya, targetku per bulan gak pernah lagi bisa tercapai... Aku coba renungin (cie..) apa hal yang jadi sebab musababnya, dan.... taraaaaa... inilah beberapa faktor yang dengan rela hati bersedia kujadikan kambing hitam atas kegagalan posting dari bulan Maret, April, Mei, dan naga2nya Juni juga terancam :

1. Pindah Rumah.

Pertengahan Februari kemaren kami sekeluarga pindah rumah, alhamdulillah kali ini gak lagi berstatus kontraktor, akhirnya kami diijinkan pindah ke tempat berlindung yang baru, biar kecil tapi properti pribadi.. (sombong... sombong... :D). Jadi kami sibuk setengah mati, beberes barang di rumah lama, trus angkut2 barang, buka2 kardus, nata lagi barang2 di tempat baru... ckckckck.. mana gak bisa cuti, mana ternyata tu barang2 gak bisa beres dalam satu dua hari, jadi ya bertahaplah beberesnya... bener2 melelahkan, melelahkan yang melegakan tapi, insya Allah gak pindah2 lagi... trus apa hubungannya ma posting?? ya karena lelah itulah maka gak sempet lagi mo posting, jangankan nulis, mbaca aja dah keteteran... gara2nya juga karena komputerku tuh belum sempet terpasang sampai saat ini (heehhh... dah mo 4 bulan lho).. hahahaha.. serius, meja komputer masih belum berdiri, komputer masih acak adul di lantai, mana monitor, cpu, keyboard, printer, dah gak karu2an lagi... ah, alasan, pasti pada ngomong gitu, kan masih ada laptop... hehehehe, tau aja, tapi ya itu juga, kayaknya belum ada tempat yang terbukti enak buat nangkringin laptop buat ketak ketik... jadi selama ini cuma pake laptop di atas tempat tidur pas anak2 dah bobok, dan buka yang ringan2 aja... hahahaha... aku emang banyak alasan..

ini salah satu sudut rumah yang kupake buat majang koleksi bukuku,
rada berantakan karena untel2an, dah gak cukup lagi buat nampung buku yang ada,
jadi tu buku saling tumpang tindih, atas bawah, depan belakang...



2. Punya hobi baru

Iya lho, aku punya hobi baru yang untuk saat ini ngalahin hobi bacaku yang ruarrrr biasaaa.. Dan aneh bin ajaibnya tu, hobi kali ini bener2 gak disangka2 bakal diturunkan Allah kepadaku... hahahaha.. Di profilku aja dah kutulis, aku hobi makan enak, tapi sama sekali gak hobi masak. Pokoknya klo gak terpaksa bener, aku gak turun ke dapur. Dulu waktu cuma tinggal berdua ma suamiku ya mau gak mau masak2 dikitlah, ala kadarnya, yang gampang2 aja, tumis, sop, sayur bening, goreng2, balado telur, balado udang, pokoknya putar memutar di situ.. hehehehe... Setelah anak2 lahir, dan ibuku ngikut aku, huaaahhhh... berasa surga deh... gak pernah pening lagi soal masakan karena diolah ma koki paling berpengalaman yang terbukti rasa masakannya paling pas di mulutku... hehe... akhirnya juaraaannng banget aku pegang piso dapur dsb... Aku juga jarang bebelian alat2 dapur yang menurutku gak perlu, pokoknya yang pasti dipake aja, kompor, panci, wajan, gitu2 deh... Klopun bikin camilan ya yang digoreng2 ato direbus aja, kayak donat ato roti bakar yang dibakar diatas wajan teflon.

Nah, pas pindah ke rumah baru ni, suatu hari suamiku pulang2 beliin aku oven listrik... weeehhh... alasannya biar enak buat ngangetin camilan2 yang udah masuk kulkas, kayak pizza gitu.. oke... ibuku seneng juga karena jaman di jogja dulu, usaha browniesnya lumayan laris lho... sejak saat itulah si oven mulai akrab denganku... awal2nya cuma bakar2 roti tawar dengan aneka isi, terus mulai berkreasi dengan macem2 resep meskipun intinya tetep pake roti tawar, kadang dibikin pizza, kadang dibikin puding, pokoknya apa aja asal bisa jadi bekal sekolah anakku. Lama2 mulai buka2 resep2 lama, ngumpulin lagi resep2 baru, jadi makin rajin deh bereksperimen, jadi kecanduan, hampir tiap hari aku bikin ini itu... ada kalanya gagal, tapi lebih sering lumayan berhasil, maksudnya, kadang rasa dah oke, tapi penampilan masih kacau... hahahaha... tapi jadilah sebagai pemula...

Gara2 sibuk mengaduk adonan ini itulah, aku gak sempet2 lagi nulis. Jangankan nulis, baca aja dah jarang... Pulang kerja, mandi, maen ma anak bentar, langsung baking membaking ria... malem2 biasanya dah capek, nemenin anak tidur, trus ikut terlelap, kadang aja mbaca2 dikit klo nungguin suamiku pulang shift... Sampai sekarang masih berlanjut hobiku, mana dibeliin mixer baru pula, tambahhh semaangat, jadi tiap sore adaaaa aja camilan...

Beberapa waktu yang lalu, aku sempet juga sih beli buku baru, tapi lagi2 bukunya tentang resep2 kue... hehehe... beli di webnya NCC (Natural Cooking Club), kayaknya pengen banget bisa kayak anggota2 NCC-nya mbak Fat yang sukses berbisnis kue2 dari nol... Aku sih gak berencana jualan kue, tapi paling gak, klo keluarga ada yang ulang tahun, aku bisa bikinin kue tart, pas Lebaran, aku bisa bikin cake ma cookies sendiri, gitu deh... Buku udah di tangan, sukses gak???? Gak juga, hahahaha... Belum deh kayaknya... Ternyata banyak faktor penyebab untuk bisa bikin kue ma roti dengan sukses, bukan sekedar resep oke... At least, aku dah berusaha belajar lah, mudah2an ntar bisa sejago yang kuharapkan... Klo kita serius di satu hal, insya Allah hasilnya juga gak mengecewakan...

sekalinya beli langsung 5 buku.. niat banget kan...
kalopun ternyata tetep gak jago2 juga bikin kue, setidaknya lumayanlah buat koleksi..


3. Gak ada pengasuh anak

Waktu mo pindahan, pengasuh anakku yang udah ngasuh adek alzam dari umur 4 bulan sampai 2 tahun lebih, tiba2 minta berhenti sambil nangis2 tanpa penjelasan apa2, dan besoknya diungsiin ma keluarganya ke Jawa... padahal sorenya waktu dia pulang (kan dateng pagi pulang sore), masih becanda2, gak ada masalah apa2... aduuuhhh... berasa duniaku ikut berhenti berputar... kami dah cocok banget ma dia... sayang ma anak2ku, rajin, jujur... huhuhuhu.. sedih banget... Mana lagi repot2nya mo pindah, mana anak2 lagi bandel2nya, bener2 habis tenagaku buat ngurusin anak2...

Trus pas sebulan dah pindah, kami dapet pengasuh lagi, tapi cuma tahan sebulan, pemales sih anaknya.. trus klo dikasih tau dikiiit aja, gampang sakit hati, ya udah... Akhirnya tugas asuh mengasuh balek lagi ke neneknya, dan klo sore sampai malem full di aku.. Biasanya klo ada pengasuh, agak lumayanlah, bisa berbagi tugas, maen masih sama aku, tapi bersih2 bekas mainan yang berantakan kan dia, atau bekas muntahan, bekas ompol, dsb... Sekarang tumplek blek di aku. Ya emang tugas seorang ibu sih, gpp... konsekuensinya, waktu untukku sendiri jadi berkurang, termasuk waktu buat ngeblog... Gicu...

4. Padatnya kerjaan di Kantor

Apa hubungannya??? Hubungan legalnya adalah, karena kecapekan di kantor, plus ngurusin anak, aku gak sempet lagi nulis.. Hubungan gak legalnya, aku jadi gak bisa nyuri2 waktu buat ngeblog di kantor.. Heehhhh?? ngeblog di kantor??? Stttt.. diem2 aja... Hahahaha... kadang2 sih... kadang2 aja, benerrr, cuma kadang2...

Ya kan ada hari2 yang gak terlalu sibuk, kerjaan dah selesai smua, dan tersedia fasilitas internet 24 jam di kantor... jadi ya apa salahnya menengok blog, dan nulis2 dikit... Hehehe, pembelaan diri... Tapi jarang jugalah, karena kan blog ini gak cerita masalah pribadi yang bisa mulus nulisnya tanpa referensi apa2, tinggal ketak ketik apa yang muncul di otak... Aku kan ngomongin buku2 karya orang lain yang gak boleh sembarangan dibahas, jadi aku masih perlu liat buku itu sekilas, paling gak biar nulis nama tokoh2nya gak salah, ato lokasinya gak ketulis pake ilmu ngarang indah, gitu deh... Jadi lebih seringnya sih aku nulis ma posting di rumah, tapi klo lagi males nyolokin internet, ato internetnya lambreta bambang, aku nulis di rumah pake notepad, trus kusimpen, postingnya di kantor, sambil nyari2 file foto yang cocok... Biasanya gak terlalu banyak nyita waktu, klik2 dikit, jadi deh... Hehehe.. masiiih juga membela diri. Eh, tapi beberapa kali juga dink aku nulisnya pake notes kertas biasa, trus kuketik dikantor dan langsung posting... ngaku dosa nih... *malu*.. Tapi insya Allah kerjaan kantor gak keganggu kok, padahal tetep juga ya, itu namanya korupsi waktu... Maaapppp, lha daripada aku ngobrol ngalor ngidul dak karuan yang ujung2nya nggosip, mendingan aku ngeblog... Maseeehhh bela diri.. hihihi..

Kayaknya itu deh beberapa sebab yang bikin blog ini kayak mati suri, gak ada postingan baru, komentar2 gak dijawabin, tampilannya gak dipermanis... Ntar deh, insya Allah abis ini mo nulis lagi, sebenernya ada beberapa draft tulisan di blog ini yang belum sempet selesai dan gak jadi dilaunching... Aku dah berusaha nglanjutin tulisan2 itu, tapi feel-nya gak dapet lagi (lhaa, berasa artis aja, sampe perlu feel segala macem)... Lagian beberapa buku yang kubahas tu bekas minjem di perpus dan bukunya dah dibalikin, jadi ya udah lah, abaikan aja..

Jumat, 19 Februari 2010

ENAM BERANDAL CILIK (Enid Blyton)

Kayaknya ini buku Enid Blyton paling serius yang pernah kubaca. Biasanya Enid Blyton bercerita masa anak2 yang ceria, penuh kreativitas, sedikit berisik, plus segudang kebadungan, tapi teteeeep aja penuh kebahagiaan. Baik lewat kisah petualangan maupun dongeng anak2 rekaannya, biasanya Enid Blyton membawa kisah yang ujungnya happy ending, anak atau orang dewasa yang sifatnya "agak melenceng", ntah nakal, sombong, suka ngibul, semua masih dalam taraf normal, dan pada akhirnya bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik. Biasanya semua masih di wilayah abu2.. Gak ada anak2 yang bener2 nakal, gak ada orang tua yang bener2 gak bermoral, biasanya yang aneh2 itu masih juga punya sisi baik. Nah dibuku ini berbeda. Kita bisa ngeliat sifat2 anak dan orang tua yang bener2 jahat, bener2 nakal, bener2 egois. Juga perkembangan mental anak2 korban ketidakharmonisan keluarga, korban kurangnya kasih sayang, dan korban dari ketidakpedulian orang tuanya. Bahkan sampai nyinggung2 pengadilan dan penjara anak2. Sedikit sendu kayaknya ni buku...

Cerita dimulai dengan datangnya 2 keluarga yang bakal jadi tetangga baru keluarga Mackenzie. Keluarga Mackenzie terdiri dari anak kembar Donald dan Jeanie serta adek mereka, Pat, dan kedua orang tua mereka. Keluarga Mackenzie tinggal di Pondok Barling dengan kehidupan yang harmonis. Datangnya tetangga baru tentu saja membuat anak2 antusias karena mereka tentu saja akan mendapatkan kawan baru.

Tetangga pertama yang tinggal di Pondok Hawthorn hanya terdiri dari ibu dan anaknya yang bernama Bob Kent. Kepala keluarga Kent ini atau ayah Bob sudah meninggal dunia. Pada dasarnya, Bob ini anak yang manis. Ia menyayangi ibunya dan karena tidak ada sosok lelaki dewasa, ia kerap bertingkah seolah2 lelaki dewasa, sehingga sering menjengkelkan ibunya karena Bob jadi cenderung sok tahu dan suka membangkang. Tetapi Bob bisa benar2 jadi anak manis saat berkunjung ke Keluarga Mackenzie karena ia memang menyukai keluarga yang selalu hangat ini, bahkan Bob sangat menyayangi Pat yang sering merasa tersisih dengan keakraban kedua kakak kembarnya. Sedang Nyonya Kent sendiri, ntah kenapa, jarang menunjukkan sikap perhatian dan kasih sayangnya ke Bob. Dia selalu merasa terbebani dengan kehadiran Bob, akibat tidak adanya lagi pendamping di hidupnya, padahal Bob yang jelas2 anaknya memang sudah selayaknya menjadi tanggung jawabnya.

Sedangkan tetangga kedua, yang tinggal di Pondok Summerhaye, terdiri dari keluarga lengkap, ayah, ibu dan ketiga anak mereka, satu laki2 bernama Thomas, duanya lagi perempuan bernama Eleanor dan Hilda. Mereka pindah dari satu rumah yang besar dan bagus karena Tuan Berkeley kehilangan pekerjaannya. Semenjak Tuan Berkeley kehilangan pekerjaannya, istrinya menjadi berubah sikap. Ia tidak lagi menghormati suaminya, bahkan cenderung meremehkan, dan terkadang tidak segan mengatakan suaminya dungu di depan anak2 mereka. Seolah2 menyalahkan segala ketidaknyamanan hidupnya sekarang karena suaminya yang kehilangan pekerjaan. Sifat Ibu Berkeley yang cenderung sombong dan egois ini menurunkan ke anak2nya. Mereka menganggap diri mereka lebih hebat dari anak2 keluarga lain. Bahkan mereka ikut meremehkan ayah mereka sendiri. Bener2 kebangetan..

Anak2 dari ketiga keluarga ini cepat berteman dengan segala perbedaan sifat mereka. Masalah mulai muncul saat ibunya Bob mulai ingin bekerja lagi agar ia bisa mempunyai teman dan gak hanya terkukung di dalam rumah. Sekuat apapun Bob menolak keinginan ibunya, si ibu tetap kekeuuuhhh pengen kerja. Akhirnya, Bob gak pernah lagi pulang ke rumah pas istirahat siang karena gak ada sapa2 di rumah, bahkan di sore haripun ruang keluarga terasa dingin karena memang gak ada kehangatan cinta di sana.

Masalah di keluarga lain juga makin meruncing. Suami istri Berkeley semakin sering bertengkar, dan pada akhirnya Tuan Berkeley meninggalkan rumah dan keluarganya saking gak tahan dengan omelan istri dan sikap memusuhi anak2nya. Perginya kepala rumah tangga bukannya membuat ibu Berkeley menjadi sadar, tapi semakin menjadi2, segala kemarahan dan kesedihan dilemparkannya ke anak2nya seakan2 mereka keluarga paling sengsara di dunia.

Yang paling tersiksa dan yang selalu menjadi korban dari keadaan tidak ideal ini tentu saja anak2. Mula2, Bob yang merasa tersisih, yang merasa tidak ada orang mencintainya, tanpa sengaja bertemu anak2 bengal, Len, Jack, Patrick, Fred, dan menjadi anggota gank mereka. Keempat anak badung ini berusia antara 8-15 tahun. Mereka memang dari keluarga miskin dan berantakan, dan sering bermain2 di pelataran rumah2 bobrok. Pertemuan mereka ternyata membawa keceriaan bagi Bob. Bob seperti menemukan apa yang selama ini ia cari. Tempat untuk berbagi, orang2 yang membutuhkan dirinya, tempat ia merasa diterima dengan apa adanya. Dengan menempati markas berupa ruang bawah tanah satu rumah yang sudah tidak terpakai, mereka rutin bertemu. Kemudian Thomas yang kecewa dengan keadaan di rumahnya, suatu saat mengikuti Bob, dan ikut menjadi bagian dari gank ini.

Pada awalnya kegiatan mereka hanya bersifat hura2 biasa, tertawa2, sampai pada akhirnya ke tindak kriminalitas berupa pencurian, juga kenakalan2 lain seperti menggunakan uang dari dompet yang mereka temukan. Suatu saat, tindakan ini ketahuan, dan mereka mesti berhadapan dengan polisi, pengadilan, hakim, dan hukuman. Thomas divonis dengan hukuman percobaan selama 2 tahun, jauh dari rumah, disekolahkan di tempat lain (semacam penjara anak2 kali ya...). Sedangkan Bob diserahkan ke keluarga lain karena ibunya sendiri tidak bersedia merawatnya (buset dah, ada ya, ibu sejahat ini...). Gimana dengan keluarga Mackenzie?? Kok kisah mereka gak pernah disebut2?? Gak juga, kisah mereka ada terus, tapi tetap dengan setingan awal, keluarga yang hangat dan harmonis. Dan keluarga ini juga yang menutup masalah Bob. Maksudnya??? Tebak sendiri lah...

Kalo ditanya akhirnya happy ending gak?? Happy gak happy deh... Aku masih sebel ma Ibu Berkeley yang masih nyalah2in anak dan suaminya (O iya, suaminya balek lagi kok akhirnya). Dan lebih sebel lagi ma Ibu Kent yang bener2 gak layak disebut ibu... Kebangetan bener... Hiiiiihhh... Kok ya bisa anak sendiri dikasih ke orang lain sementara dia sibuk mengejar kehidupan pribadinya. Ckckck... gak inget apa ya, waktu tu anak masih berlindung di rahimnya... Gak mikir apa ya, klo dia lagi enak makan, tu anak lagi ngapain ya??? Ah, jadi sentimentil klo ngomongi anak2...

Kamis, 18 Februari 2010

O MUNGIL (Edith Unnerstad)


Ini buku keempat keluarga Larsson, setelah Si Bandel yang sempet kuceritain sebelumnya. Sekali lagi aku bilang, aku lebih suka buku2nya Edith Unnerstad daripada Astrid Lindgren. Lebih natural, apa adanya, semua porsinya pas, gak terlalu dilebih2kan. Hmm... ntar dulu ada juga sih kisah Astrid yang lumayan natural, ituuu yang seri Madicken. Kenakalan2 Madicken ma Lisabet masih wajarnya anak2, mirip si Bandel ma O Mungil. Pokoknya itu buku Astrid yang paling aku suka, dibandingin Emil ma Pippi.

Buku O Mungil ini aku dapetin lewat radjakomikbekas, dan sekarang tinggal berburu satu buku lagi, Tamasya Panci Ajaib, buat nglengkapin seri ini. Di buku ini, O Mungil dah lumayan gede, 5 tahun, sementara kakak2nya antara 5 - 19 tahun. Sebenernya O Mungil termasuk anak yang manis menurutku, jauh lebih kalem dibandingin si Bandel di buku sebelumnya, tapi tetep adaaaa aja iseng2nya. Pernah suatu saat ditinggal sendirian di rumah, O Mungil berusaha nelpon papanya di pabrik. Tapi namanya anak kecil, ya ngawur aja mencet nomernya, dan kebetulan pula bisa nyambung ke seseorang. Meskipun orang itu gak kenal, tapi cukup terhibur dengan celotehan si O Mungil, dan mengirimkan 2 anak anjing lucu untuk teman main O Mungil. Tinggal orang tua dan kakak2nya lah yang kebingungan, kenalan dimana nih anak??? Hehehe...

Pernah juga suatu saat O Mungil pengen punya adek. Bosen katanya, selama ini dia terus yang jadi adek. Akhirnya mama ngijinin O Mungil mainan pake kereta dorong bekas bayi2 keluarga Larsson. Kereta dah didandanin, masalah baru muncul, sapa yang mo jadi bayinya??? Bandel tentu aja menolak mentah2 disuruh meringkuk di tu kereta. Dan akhirnya korbannya adalah si Areng, kucing hitam keluarga ini.. Mau gak mau, dia mesti bersedia dipakein baju renda2, trus dipaksa bebaring di kereta dan didorong keluar. Bisa dibayangin ekspresi kagetnya orang2 waktu melongok ke kereta, berharap melihat bayi mungil yang lucu, ternyata yang ditemui berkumis??? Juga kagetnya orang2 waktu kereta meluncur, jatuh, dan hancur, sementara si bayi melompat keluar??? Seruuuu...

Pokoknya lucu2 deh kisahnya. Ada yang O Mungil ngambek gara2 gak diperhatiin, trus malah dimarahin sana sini saat dia sebenernya berniat membantu semua orang. Akhirnya, karena merasa gak ada yang menyayangi dia, O Mungil sembunyi di atas pohon, sampai semua orang bingung mencarinya. Ada juga cerita O Mungil pergi ke sekolah kakak2nya dan ketemu si Ben Tulang, jerangkong di sekolah Lars, dan ia sama sekali gak ketakutan, malah meminjamkan topinya buat si Ben. Bahkan sempat2nya ikut paduan suara sekolah menyanyikan lagu Carmencita yang ia hafal. Padahal saat itu ia cuma pake baju maen di rumah yang sudah kumal dan penuh noda. Ada2 aja... Gak ketinggalan ada cerita saat O Mungil sakit gondongan dan dikejar sapi.. Hahaha... bener2 bikin kita ketawa lepas deh..

Meskipun aku lebih suka buku Si Bandel daripada O Mungil, tapi tetep aja, satu kebahagiaan tersendiri akhirnya bisa punya juga buku ini, dan bisa baca kapan aja aku pengen. Buat kalian yang lagi suntuk, banyak kerjaan, banyak masalah, dianjurkan baca buku model2 ginian. Bisa bikin otak fresh lagi, isinya ringan banget, tapi tetep bisa menghibur, dan bikin kita ketawa lepas, ato minimal nyengir lah...

Pamer Sebagian Koleksiku

Hari - Hari Penuh Rasa Syukur

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers